Prabowo: Dampak Pembangunan Baru Terlihat 10-20 Tahun Lagi
Prabowo: Dampak Pembangunan Baru Terlihat 10-20 Tahun

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penilaian terhadap capaian pembangunan nasional tidak seharusnya dilakukan dalam jangka pendek. Menurutnya, dampak nyata dari berbagai program yang dijalankan saat ini baru akan terlihat dalam rentang waktu 10 hingga 20 tahun ke depan.

Prabowo: Lihat 10-20 Tahun Lagi

Dalam peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), Prabowo menyampaikan bahwa generasi muda harus bersabar dan melihat hasil pembangunan dalam perspektif yang lebih panjang. "Kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, ya. Masih banyak yang muda-muda, ya. Ingat, lihat, lihat tanggal, lihat tahun, Saudara akan lihat, Saudara akan, pada saat itu Saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 25 (2025), tahun 26 (2026) ini," ujar Prabowo.

Ia menambahkan, "Jangan sekarang, jangan 29 (2029), nanti 20 tahun lagi Saudara nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar." Pernyataan ini menekankan pentingnya kesabaran dalam mengevaluasi kebijakan pembangunan yang bersifat fundamental.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Program Strategis untuk Ekonomi Nasional

Prabowo menjelaskan bahwa berbagai program yang tengah dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional. Beberapa di antaranya meliputi swasembada pangan, stabilisasi harga, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan dana kedaulatan negara.

"Kita swasembada pangan sudah, kita amankan harga-harga, kita menciptakan lapangan kerja, sudah jutaan, tiga, kita punya sekarang dana kedaulatan, sovereign wealth fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia," ungkapnya.

Aset Kelolaan Capai 1.000 Miliar Dolar AS

Presiden juga menyoroti pencapaian Indonesia dalam pengelolaan aset negara. Saat ini, Indonesia memiliki lembaga pengelola aset negara dengan nilai aset kelolaan sekitar 1.000 miliar dolar AS. Posisi Indonesia bahkan berada di atas Arab Saudi dan Singapura.

"Aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar aset yang kita kelola, Saudara-saudara. Kita sekarang, ya 1 2 3, kita kelima. Kalau di sini kita kelima terbesar di dunia. Baru dibentuk tahun 25, 2025," tuturnya.

Ia membandingkan dengan negara lain, "Abu Dhabi dibentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norwegia 1990. Norwegia yang paling besar. Negara sangat kecil, tabungannya sangat besar. Kita bahkan di atas Qatar, di atas Arab Saudi, juga di atas Singapura. Jadi, boleh juga ini negara kita, ya," imbuh Prabowo.

Dengan berbagai capaian ini, Prabowo optimistis bahwa pembangunan yang dilakukan saat ini akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga