Parkir Liar dan PKL Picu Macet di Cawang, Petugas Ultimatum Jukir Jabbar Ramdhani
Parkir Liar dan PKL Picu Macet di Cawang, Petugas Ultimatum

Parkir Liar dan PKL Kembali Picu Kemacetan di Kawasan Cawang

Kondisi lalu lintas di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali mengalami kemacetan parah akibat aktivitas parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang mencaplok bahu jalan. Petugas gabungan dari berbagai unit perangkat daerah telah dikerahkan untuk melakukan penertiban dan memberikan ultimatum tegas, termasuk kepada juru parkir bernama Jabbar Ramdhani.

Ultimatum Tegas untuk Juru Parkir dan Pemilik Usaha

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menyatakan bahwa kemacetan terutama terjadi pada malam hari karena banyak pengunjung kedai kopi yang memarkir kendaraannya melebihi batas yang telah ditentukan. Dishub telah menindak juru parkir di lokasi tersebut dengan melakukan pembinaan.

"Pihak pemilik usaha melanggar kesepakatan untuk tidak menurunkan meja ke bahu jalan ataupun melewati batas parkir yang sudah ditentukan," tegas Harlem melalui situs resmi Pemkot Jakarta Timur.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menegaskan bahwa jika masih ditemukan parkir yang melebihi batas, maka juru parkir akan menghadapi penertiban dan pencabutan surat tugas. Satuan Pelaksana (Satpel) Perhubungan Kecamatan Kramat Jati juga telah dikerahkan untuk pengawasan, pengendalian, dan pengaturan di lokasi guna membantu kelancaran lalu lintas.

Penguatan Pengawasan oleh Satpol PP

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Timur, Charles Siahaan, menambahkan bahwa pihaknya telah mengerahkan pasukan untuk menjaga ketertiban. Tujuannya adalah mencegah pelaku usaha kembali melebarkan tempat usahanya ke bahu jalan.

"Kami tidak mengizinkan pengunjung untuk melewati batas parkir yang ditentukan agar tidak terjadi kemacetan berkelanjutan di Jalan Mayjen Sutoyo," ungkap Charles. Petugas juga telah memberikan arahan kepada pemilik usaha agar tidak menaruh meja dan kursi untuk konsumen di bahu jalan.

Masalah Berulang Sejak Semester Lalu

Persoalan ini sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Pada semester sebelumnya, Satpol PP Jakarta Timur telah menertibkan parkir liar dan pemasangan meja berlebihan milik pelaku usaha di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo. Penertiban dilakukan setelah menerima aduan dari warga.

Berdasarkan laporan, video yang menunjukkan parkir liar dan meja-meja warung memakan badan jalan hingga menyisakan hanya satu lajur dari empat lajur yang tersedia sempat viral di media sosial. Kejadian ini disebut berlangsung setiap malam sejak pukul 20.00 WIB hingga tengah malam, menghambat pergerakan pengguna jalan.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian, mengungkapkan bahwa 100 petugas gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk menertibkan kendaraan yang parkir liar. "Kegiatan ini sebenarnya rutin dilakukan kami untuk penertiban penyalahgunaan jalan dan trotoar," jelas Budhy.

Upaya Pemkot dalam Mencari Solusi

Pemerintah Kota Jakarta Timur telah mengumpulkan para pedagang di sepanjang jalan tersebut untuk mendiskusikan jalan keluar dari masalah ini. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat terkait parkir liar dan pemasangan meja PKL secara berlebihan yang menutupi ruas jalan.

Kondisi parkir liar dan aktivitas PKL yang memakan badan jalan dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan memicu kemacetan yang berkepanjangan. Diharapkan dengan penertiban dan pengawasan yang intensif, kelancaran lalu lintas di kawasan Cawang dapat kembali pulih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga