Jakpro Targetkan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Beroperasi Agustus 2026
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditarget Beroperasi Agustus 2026

Jakpro Targetkan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Beroperasi Agustus 2026

Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai dapat mulai beroperasi secara resmi pada Agustus 2026. Target ini diungkapkan oleh Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, dalam diskusi media di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/3/2026).

Uji Coba dan Perizinan Operasional

Iwan menjelaskan bahwa uji coba atau commissioning test akan dilakukan setelah Lebaran 2026. Pada saat yang sama, Jakpro juga akan menyelesaikan persyaratan administrasi untuk memperoleh izin operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Habis Lebaran kita akan mulai commissioning test-nya dan untuk kemudian paralel menyelesaikan kewajiban perizinan operasionalnya kita submit ke Kemenhub," ucap Iwan.

Diketahui, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai dikebut. Berdasarkan data pada awal Oktober 2025, pembangunan LRT Fase 1B tersebut sudah mencapai 72,852 persen. Rinciannya, pengerjaan Zona 1 (area Jalan Pemuda Rawamangun-Jalan Raya Pramuka) 71,13 persen dan Zona 2 (area Matraman-Manggarai) 57,35 persen. Transportasi publik berbasis kereta ringan itu ditargetkan bisa melayani mobilitas masyarakat tahun depan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Manfaat dan Dampak Positif

Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar mengatakan, LRT Jakarta Fase 1B nantinya akan membuka akses lebih cepat dan mudah bagi masyarakat di sekitaran Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. "Pengembangan jalur LRT Jakarta ini juga sebagai upaya untuk terciptanya konektivitas antarmoda serta mengurangi emisi gas karbon dan kemacetan di Jakarta," kata Ramdani dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 3 Oktober 2026.

Ramdani menyampaikan, proyek LRT Jakarta Fase 1B ini merupakan salah satu bagian dari proyek besar Jakarta untuk menuju kota global. Keberadaan LRT Jakarta Fase 1B diharapkan bakal membuat mobilitas masyarakat lebih efisien dan ramah lingkungan. "Dari kemacetan menuju konektivitas, dari polusi menjadi keberlanjutan, karena kini transportasi publik bukan lagi sebagai pilihan, melainkan kebutuhan untuk hidup yang lebih baik," ujar Ramdani.

Rencana Pengembangan Jaringan LRT Jakarta

Sebelumnya, Jakpro menyebut rencana pengembangan lanjutan jaringan LRT Jakarta menuju kawasan utara dan timur ibu kota telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Iwan Takwin mengatakan, rencana tersebut mencakup pembangunan LRT Jakarta fase 2A menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan fase 2B menuju Halim Perdanakusuma.

Meski begitu, Iwan menyampaikan Jakpro masih melakukan kajian untuk menentukan prioritas pembangunan jaringan LRT Jakarta berikutnya setelah proyek LRT Fase 1B rute Velodrome-Manggarai rampung. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kebutuhan pelayanan transportasi hingga integrasi dengan moda transportasi lain. Selain itu, penyusunan rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta juga didasarkan pada analisis potensi pergerakan penumpang dan konektivitas antarwilayah di Jakarta.

"Memang paralel Jakpro itu dalam menyusun masterplan LRT Jakarta ini juga, kami sudah tentunya basis kajiannya adalah pelayanan. Kemudian bagaimana semaksimal mungkin jaringan ini bisa terintegrasi dengan moda lain. Jadi connectivity-nya, mobility warga Jakarta itu benar-benar terlayani dengan sempurna," terang dia.

Dengan target operasional Agustus 2026, LRT Jakarta Fase 1B diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang andal untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga