Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Kerahkan 35 Kapal Tambahan
Lonjakan Penumpang di Gilimanuk, ASDP Kerahkan 35 Kapal

Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Kerahkan 35 Kapal Tambahan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan skema pengaturan arus mudik untuk mengatasi kepadatan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Perusahaan pelayaran tersebut menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) guna mempercepat proses penyeberangan.

Penerapan Skema Tiba-Bongkar-Berangkat

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan bahwa skema TBB masih diterapkan di dermaga MB1, MB4, dan LCM. "Skema ini memungkinkan kapal yang tiba dapat langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan," ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (17/3/2026).

Selain itu, ASDP juga menerapkan pola operasi sangat padat dengan mengoperasikan 35 unit kapal tambahan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Heru menegaskan bahwa berbagai langkah percepatan operasional terus dilakukan di lapangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.

Data Peningkatan Signifikan Arus Penyeberangan

Berdasarkan data dari Posko Angkutan Lebaran, arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa pada H-6 mengalami peningkatan yang cukup signifikan:

  • Total penumpang tercatat 80.416 orang, naik 33,8% dibandingkan periode sama tahun lalu (60.099 orang).
  • Kendaraan roda dua mencapai 18.306 unit, meningkat 52,7% dari tahun lalu (11.987 unit).
  • Kendaraan roda empat sebanyak 5.044 unit, naik 9,2% dari tahun lalu (4.620 unit).
  • Bus tercatat 945 unit, meningkat 39% dari tahun lalu (680 unit).
  • Truk tercatat 1.590 unit, turun 13,4% dari periode sama tahun lalu (1.835 unit).

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-6 mencapai 25.885 unit, atau naik 35,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 lalu sebanyak 19.122 unit.

Komitmen ASDP dalam Optimalisasi Layanan

GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan. "ASDP berkomitmen mengoptimalkan operasional kapal dan dermaga agar arus kendaraan terserap maksimal," kata Arief.

Ia juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama. Berbagai langkah percepatan operasional terus dilakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan antrean kendaraan dapat semakin cepat terurai dan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar tanpa kendala berarti di Pelabuhan Gilimanuk.