Wamenhub Ungkap Lonjakan Penggunaan Jet Pribadi Saat Lebaran 2026
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengungkapkan bahwa mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 mengalami peningkatan yang signifikan, tidak hanya pada transportasi umum tetapi juga pada penerbangan jet pribadi. Pernyataan ini disampaikan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026.
Data Kenaikan Penumpang dan Moda Transportasi
Suntana menyebutkan bahwa jumlah penumpang angkutan umum selama Lebaran 2026 mencapai 23,54 juta orang, dengan kenaikan terjadi di semua moda. Moda angkutan jalan naik 11,6 persen, angkutan laut naik 9,86 persen, dan angkutan udara naik 6,97 persen. Khusus untuk transportasi udara, sebanyak 4,77 juta orang menggunakan pesawat, termasuk peningkatan dalam penggunaan private jet atau jet pribadi.
"Data jumlah penerbangan mengalami kenaikan termasuk private jet bertambah untuk tahun Lebaran ini," jelas Suntana. Dia menambahkan bahwa kebutuhan pesawat dan pesawat privat jet untuk silaturahmi cukup tinggi, menunjukkan tren mobilitas yang beragam di kalangan masyarakat.
Kenaikan Terbesar pada Kereta Api dan Penyebrangan
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, kenaikan terbesar terjadi pada moda transportasi kereta api, dengan total 7,31 juta penumpang selama Lebaran 2026, mengalami peningkatan 10 persen. Selain itu, moda penyebrangan juga mencatat kenaikan luar biasa sebesar 15 persen, yang membuat pihak kementerian merasa terkejut.
"Jadi yang berikut adalah kereta api yang luar biasa mengalami kenaikan 10 persen dan moda penyebrangan yang kami sangat luar biasa surprise itu naik sampai 15 persen," kata Suntana. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat memilih berbagai opsi transportasi untuk mudik dan silaturahmi, dengan jet pribadi menjadi salah satu pilihan yang semakin populer.
Implikasi dan Konteks Lebih Luas
Pengungkapan ini menandai perubahan pola mobilitas selama hari raya, di mana tidak hanya transportasi massal yang diminati, tetapi juga layanan penerbangan eksklusif seperti jet pribadi. Peningkatan ini mencerminkan dinamika ekonomi dan sosial masyarakat, serta kebutuhan akan efisiensi dan kenyamanan dalam perjalanan.
Dengan data yang disampaikan, pemerintah diharapkan dapat terus memantau dan mengelola infrastruktur transportasi untuk mengakomodasi tren yang berkembang, sambil memastikan keselamatan dan ketersediaan layanan bagi semua lapisan masyarakat.



