Presiden Prabowo Subianto menerima sepucuk surat menyentuh dari seorang anak berusia 11 tahun saat kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5). Surat tersebut ditulis oleh Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur.
Isi Surat yang Menghangatkan Hati
Dalam suratnya, Marfen menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini dinikmatinya di sekolah. "Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya, karena makanannya bergizi," tulis Marfen, seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Di akhir surat, Marfen menyelipkan satu permohonan sederhana yang mencerminkan impian banyak anak seusianya: ia ingin melihat langsung sang Presiden, bukan hanya melalui layar televisi. "Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus 1945 di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV," ungkapnya.
Surat itu ditutup dengan doa yang tulus. "Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu," demikian Marfen mengakhiri suratnya.
Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintahan Prabowo menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun (balita) di seluruh Indonesia. Bagi Marfen dan jutaan anak lainnya, program ini bukan sekadar menu makan siang, melainkan perhatian nyata negara yang terasa hingga ke bangku sekolah.
Kunjungan Kerja di Nganjuk
Dalam kunjungan kerja di Nganjuk, Presiden Prabowo juga meresmikan Museum Ibu Marsinah, sebuah monumen penghormatan atas perjuangan aktivis buruh Pahlawan Nasional Marsinah. Selain itu, ia meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh Indonesia.



