Pasangan Lansia Tempuh Perjalanan Estafet Pesawat-Kereta untuk Mudik Lebaran
Lansia Mudik Lebaran dengan Pesawat dan Kereta Estafet

Pasangan Lansia Tempuh Perjalanan Estafet Pesawat-Kereta untuk Mudik Lebaran

Stasiun Gambir di Jakarta mulai ramai dipadati oleh para pemudik yang hendak pulang kampung menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026. Di antara kerumunan tersebut, terdapat pasangan suami istri lansia yang rela menempuh perjalanan panjang dengan menggunakan dua moda transportasi berbeda secara estafet.

Perjalanan dari Palembang ke Purbalingga

Bambang, seorang warga berusia 70 tahun asal Palembang, Sumatera Selatan, bersama istrinya, memilih untuk terbang dari kota kelahirannya menuju Jakarta. Setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir menuju Purbalingga, Jawa Tengah.

"Kami berasal dari Palembang. Tadi naik pesawat ke Jakarta, turun di Bandara Soekarno-Hatta baru ke sini, yaitu Stasiun Gambir," ujar Bambang saat ditemui di lokasi pada hari Senin, 16 Maret 2026.

Purbalingga merupakan kampung halaman asli dari sang istri. Meskipun sehari-hari mereka tinggal dan menetap di Palembang, pasangan ini memutuskan untuk mudik ke Purbalingga pada momen Lebaran tahun ini.

Alasan Memilih Waktu dan Moda Transportasi

Bambang menjelaskan bahwa dirinya dan istrinya memiliki waktu yang fleksibel untuk menentukan jadwal keberangkatan karena status mereka yang sudah pensiun dan tidak terikat dengan pekerjaan. Mereka memilih berangkat pada hari itu karena berhasil mendapatkan tiket yang tersedia.

"Kami kan sudah bebas, tidak bekerja lagi, sudah pensiun. Lalu, memang dapat tiketnya hari ini," jelasnya dengan santai.

Pemilihan kereta api sebagai moda transportasi kedua didasari oleh pertimbangan kenyamanan dan kondisi fisik mereka yang sudah lanjut usia. Menurut Bambang, perjalanan menggunakan bus akan terasa jauh lebih melelahkan dan kurang nyaman bagi para lansia.

"Bisa saja naik bus, tetapi kan agak susah. Kita pasti akan merasa capek kalau berada di dalam bus untuk waktu yang lama," ungkapnya sambil tersenyum.

Perjalanan Hanya Berdua dengan Istri

Perjalanan mudik menuju Purbalingga kali ini hanya dilakukan oleh Bambang dan istrinya saja. Dia menerangkan bahwa anak-anak mereka tetap tinggal di Palembang karena sudah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing yang tidak memungkinkan untuk ikut serta.

"Anak-anak tidak ikut, karena mereka sudah berada di Palembang semua dan memiliki tanggung jawab sendiri," tuturnya dengan pengertian.

Harapan untuk Perjalanan yang Lancar

Meskipun harus menempuh perjalanan estafet yang cukup panjang, Bambang mengaku sangat menikmati setiap momen dari perjalanan mudik ini. Dia berharap agar perjalanan mereka dapat berlangsung dengan lancar dan selamat sampai di tujuan.

"Mudah-mudahan perjalanannya lancar dan kami bisa segera tiba dengan selamat di kampung halaman," imbuhnya penuh harap.

Kisah perjalanan mudik pasangan lansia ini menjadi salah satu cerita inspiratif di tengah hiruk-pikuk arus mudik Lebaran 2026, menunjukkan semangat untuk tetap bersilaturahmi meski dengan tantangan usia dan jarak.