KM Ansori Mati Mesin di Perairan Kepulauan Seribu, 54 Penumpang Dievakuasi Selamat
Polres Kepulauan Seribu merespons dengan cepat insiden kapal KM Ansori yang mendadak mati mesin di perairan timur Pulau Lancang Kecil, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seluruh penumpang kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa ada korban jiwa.
Kronologi Insiden dan Evakuasi
Insiden bermula saat KM Ansori yang bertolak dari Dermaga Tradisional Rawasaban, Tangerang menuju Pulau Pari mengalami gangguan mesin sekitar pukul 11.30 WIB pada Kamis (12/4). Kapal diduga mengalami kerusakan pada bagian polipambel, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kapal tersebut dinakhodai oleh Mamit dengan tiga anak buah kapal (ABK), yakni Mulyadi, Solihin, dan Wahyudin, serta mengangkut total 54 penumpang.
Bhabinkamtibmas Pulau Lancang yang menerima informasi kejadian tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak Damkar Pos Pulau Lancang dan Satpol PP. Dalam waktu cepat, petugas berhasil mencapai lokasi untuk melakukan evakuasi. Sekitar pukul 12.20 WIB, tim gabungan tiba di lokasi dan mendapati kapal dalam kondisi sudah berlabuh di belakang Pulau Lancang Kecil.
Situasi saat itu tetap kondusif, namun proses evakuasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan seluruh penumpang. Petugas melakukan pengamanan dan koordinasi hingga akhirnya pada pukul 13.10 WIB seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke kapal lain, yakni Kapal Raja Pandita, untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pari.
Respon Cepat dan Apresiasi dari Kapolres
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra mengapresiasi kesigapan anggotanya serta sinergi lintas instansi dalam penanganan kejadian tersebut. "Respon cepat anggota di lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan masyarakat. Kami mengapresiasi kerja sama yang solid antara Bhabinkamtibmas, Damkar, dan Satpol PP sehingga seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman tanpa korban jiwa," ujar AKBP Arga.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, seluruh penumpang selamat. Sementara kerugian materiil berupa kerusakan pada bagian polipambel kapal," kata Budi Hermanto dalam keterangannya pada Jumat (3/4/2026).
Imbauan untuk Masyarakat
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Polri melalui call center 110 apabila mengalami atau mengetahui kejadian darurat di wilayahnya. "Layanan 110 siap melayani laporan masyarakat selama 24 jam. Segera laporkan setiap kejadian darurat atau gangguan kamtibmas agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat," tegasnya.
Insiden ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi dalam menangani keadaan darurat di perairan. Dengan respon yang cepat dan tepat, potensi bahaya dapat diminimalisir sehingga keselamatan penumpang tetap terjaga.



