Jasa Marga Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area di Tol Trans Jawa
Jasa Marga Terapkan Buka-Tutup Rest Area di Tol Trans Jawa

Jasa Marga Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area di Tol Trans Jawa

Antrean masuk rest area di Tol Trans Jawa telah menjadi salah satu penyebab utama kepadatan lalu lintas. Menanggapi kondisi ini, PT Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk memeriksa informasi terlebih dahulu sebelum menuju ke rest area, karena akan diterapkan sistem buka-tutup di beberapa lokasi.

Rest Area Penyebab Kepadatan

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa beberapa rest area berkontribusi signifikan terhadap kepadatan, terutama rest area 229, 208, dan 164. "Atas kondisi inilah kemudian, dengan parameter yang sudah ditentukan, maka kami mengimbau kepada masyarakat juga mempersiapkan," kata Rivan di Km 29, Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utara, pada Jumat (27/3/2026).

Lokasi dan Sistem Opsional

Sistem buka-tutup akan diterapkan di rest area KM 62B dan 52B di Tol Jakarta-Cikampek. Rivan menjelaskan bahwa sistem ini akan diumumkan secara resmi dan statusnya bersifat opsional. "Dan dalam kesempatan nanti, rest area 62B maupun 52B pasti akan kami nyatakan opsional untuk dibuka tutup," sebutnya. Hal ini bertujuan untuk mengatur arus kendaraan dan mengurangi kemacetan di sekitar area tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Imbauan untuk Masyarakat

Jasa Marga juga mengimbau masyarakat untuk mencari informasi terkait fasilitas di rest area sebelum bepergian. "Untuk mengetahui kepadatan jalan, untuk memilih kapan berangkat, untuk mengetahui rest area di seluruh ruas jalan tol, dan bisa mengetahui kebutuhannya apa," tambah Rivan. Informasi ini dapat membantu pengendara merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari titik-titik padat.

Panduan Lalu Lintas di Jalur One Way

Selain itu, Rivan mengingatkan pengendara yang akan memasuki jalur one way untuk tidak menggunakan bahu jalan untuk mendahului. "Dan selalu kami ingatkan, ketika memasuki one way, jalur kanan, bahu jalan bukan untuk mendahului. Jadi kalau ada kondisi harus melambat, tetap gunakan di jalur kiri," tegasnya. Panduan ini penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di tol.

Dampak dan Harapan

Dengan diterapkannya sistem buka-tutup ini, diharapkan dapat:

  • Mengurangi antrean dan kepadatan di rest area.
  • Meningkatkan efisiensi perjalanan di Tol Trans Jawa.
  • Memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk perencanaan perjalanan.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Jasa Marga dalam mengelola infrastruktur tol yang lebih baik dan responsif terhadap kondisi lalu lintas yang dinamis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga