Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi banyak permasalahan dan perlu segera ditertibkan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Prabowo Akui Tantangan Program MBG
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bahwa meskipun program MBG dan Koperasi Merah Putih telah memberikan dampak positif bagi perekonomian, terutama dirasakan oleh para kepala desa hingga bupati, namun pelaksanaan di lapangan masih jauh dari sempurna. "Bahwa banyak masalah iya, bahwa banyak tantangan benar, MBG banyak masalah, kita harus tertibkan," ujar Prabowo, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Integritas Pejabat Jadi Sorotan
Presiden juga menyoroti lemahnya integritas sejumlah unsur pimpinan di Indonesia ketika berhadapan dengan urusan keuangan. Ia menegaskan tidak akan segan-segan untuk mencopot pejabat yang terbukti menyalahgunakan wewenang. "Banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita, hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat, berurusan dengan uang dia lupa, tapi saya sudah katakan pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan," tegasnya.
Pentingnya MBG bagi Masyarakat Kecil
Meskipun banyak masalah, Prabowo menekankan bahwa program MBG sangat penting bagi masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu. Ia menceritakan pertemuannya dengan warga yang menyampaikan rasa syukur atas program tersebut. "Saya ketemu rakyat kecil, petani 'Pak, tolong pak MBG jangan diberhentikan ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya'," kata Prabowo menirukan percakapan dengan masyarakat.
Sinergi dengan Program Lain
Prabowo juga menjelaskan bahwa program MBG akan ditopang oleh Koperasi Merah Putih dan rencana pengembangan desa-desa nelayan. Pada akhirnya, semua program ini akan mendukung hilirisasi dan industrialisasi. "Jadi MBG sangat penting tapi sekarang kita topang dengan Kopdes Merah Putih, kita topang nanti sebentar lagi dengan desa-desa nelayan dan di ujung itu semua hilirisasi, industrialisasi, jadi ini semua akan mendukung industrialisasi," imbuhnya.



