Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik 2026
Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Mudik 2026

Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik 2026

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah mengeluarkan prediksi resmi terkait arus mudik Lebaran tahun 2026. Perusahaan BUMN pengelola jalan tol ini memperkirakan sebanyak 3,5 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jakarta melalui jaringan tol selama periode mudik mendatang.

Puncak Arus Mudik Diprediksi 18 Maret 2026

Dalam jumpa pers yang digelar di JTMC Jasa Marga, Bekasi pada Selasa (10/3/2026), Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menyampaikan bahwa puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi tepat pada tanggal 18 Maret 2026. "Perkiraan 3,5 juta kendaraan tersebut menunjukkan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 Maret," ujar Rivan dengan tegas.

Distribusi Kendaraan ke Tiga Arah Utama

Rivan menjelaskan secara rinci bagaimana 3,5 juta kendaraan tersebut akan terdistribusi ke berbagai arah:

  • 28% kendaraan menuju arah Merak
  • 50% kendaraan menuju arah Timur (Trans Jawa dan Cikampek Utama)
  • 20% kendaraan menuju arah Bogor

Untuk kendaraan yang menuju arah Timur, terdapat pembagian lebih lanjut dimana 57% akan melalui jalur Trans Jawa dan 42% melalui rute Cileunyi/Cipularang. Rivan juga mengingatkan bahwa titik kepadatan lalu lintas biasanya terjadi di KM 66 karena pertemuan volume kendaraan yang sangat besar dari berbagai arah.

Pergerakan Awal Mulai Jumat 13 Maret

Menurut analisis Jasa Marga, pergerakan kendaraan mudik sudah diprediksi akan mulai muncul sejak Jumat (13/3/2026) pekan ini. Hal ini disebabkan oleh periode liburan yang cukup panjang, sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal. "Namun, kami memperkirakan pergerakan sudah mulai muncul sejak hari Jumat ini (13 Maret), karena adanya periode libur yang cukup panjang. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan," jelas Rivan.

Puncak Arus Balik 24 Maret 2026

Tidak hanya arus mudik, Jasa Marga juga telah memprediksi waktu puncak arus balik. Menurut perkiraan perusahaan, puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3). Rivan menambahkan bahwa sebagian pemudik mungkin akan membagi waktu silaturahmi mereka untuk segera kembali ke Jakarta, sementara sebagian lainnya mungkin akan tinggal hingga akhir periode liburan.

Prediksi ini menjadi acuan penting bagi berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian, dinas perhubungan, dan pengelola jalan tol lainnya, untuk mempersiapkan pengaturan lalu lintas dan fasilitas pendukung selama periode mudik 2026. Dengan perkiraan 3,5 juta kendaraan yang akan melintas, koordinasi antar instansi menjadi kunci utama untuk menciptakan mudik yang aman dan lancar bagi seluruh masyarakat.