Anggota DPR Syaiful Huda Serukan Evaluasi Menyeluruh Transportasi Publik Pasca Kecelakaan Maut Krapyak
DPR Serukan Evaluasi Transportasi Publik Pasca Kecelakaan Krapyak

Anggota DPR Syaiful Huda Serukan Evaluasi Menyeluruh Transportasi Publik Pasca Kecelakaan Maut Krapyak

Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, memberikan tanggapan terkait penetapan direktur utama hingga sopir bus PO Cahaya Trans sebagai tersangka pasca kecelakaan maut yang menewaskan 16 orang di exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah. Huda menyatakan harapannya agar tragedi ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan menyeluruh dalam sistem transportasi publik di Indonesia.

"Yang pertama kita apresiasi semua langkah perbaikan dalam rangka penanganan laka lantas ini. Termasuk, perbaikan dalam penegakan hukum," ujar Huda saat dihubungi pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia menekankan bahwa kejadian memilukan seperti di Krapyak tidak boleh terulang lagi di masa depan.

Momentum Perbaikan Menjelang Mudik Lebaran

Huda, yang juga merupakan Ketua DPP PKB, meminta agar dilakukan evaluasi komprehensif dari penyelenggara lalu lintas angkutan umum di seluruh Indonesia. "Nah, terkait dengan temuan dari kecelakaan 16 orang meninggal, saya kira ini termasuk harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh dari penyelenggaraan lalu lintas kita terutama angkutan umum kita," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lebih lanjut, ia mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan bahwa semua armada angkutan publik telah diaudit dengan baik dan prosedur ramp check dilaksanakan secara ketat. Hal ini dinilai sangat penting, terutama dalam menyambut penyelenggaraan mudik Idul Fitri 1447 H yang akan datang.

"Jadi mungkin ini PR yang dulu belum sepenuhnya menjadi perhatian soal audit penyelenggaraan angkutan publik ini, termasuk ramp check ini. Ya kita berharap dengan berbagai dinamika tantangan di lapangannya, kita minta Kemenhub untuk betul-betul memperhatikan ini. Terutama paling tidak menjadikan momentum mudik Lebaran sebagai momentum perbaikan menyeluruh dan masih ada waktu," imbuh Huda.

Dirut hingga Sopir Ditetapkan sebagai Tersangka

Kasus kecelakaan maut di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, yang menewaskan 16 orang kini mulai menemukan titik terang. Polrestabes Semarang telah menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka, termasuk:

  • Direktur Utama Bus PT Cahaya Pariwisata Transportasi, Ahmad Warsito
  • Sopir bus, Gilang Ihsan Faruq (22 tahun)
  • Pembuat SIM palsu, Herry Soekirman dan Mustafa Kamal

Kapolrestabes Semarang, Kombes M Syahduddi, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah pelanggaran Standard Operational Procedure (SOP) dalam insiden ini. Sopir bus bernama Gilang diketahui menggunakan SIM B1 Umum palsu, sementara Ahmad sebagai pemilik perusahaan tidak melakukan pelatihan yang memadai kepada pengemudi.

"Prosedur hanya sopir bisa memarkirkan bus di garasi dan sopir langsung diperintahkan untuk mengemudikan kendaraan bus tersebut dengan membawa penumpang rute Bogor-Jogja tanpa dilakukan tes terlebih dahulu," jelas Syahduddi.

Selain itu, tersangka Ahmad juga dinyatakan tidak melengkapi busnya dengan perlengkapan pengaman sesuai aturan Kemenhub, seperti tidak adanya sabuk pengaman di kursi penumpang. Hasil uji Laboratorium Forensik juga mengonfirmasi bahwa SIM yang dipegang Gilang merupakan produk cetak yang berbeda dan tidak terdaftar di Satpas Polresta Padang.

Dengan penetapan tersangka ini, diharapkan proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan efek jera, sekaligus mendorong reformasi di sektor transportasi publik untuk mencegah tragedi serupa di kemudian hari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga