Sopir Angkot Bekasi Gelar Demo, Tutup Jalan Utama Protes Trans Beken
Sejumlah sopir angkutan perkotaan atau angkot di Kota Bekasi menggelar demonstrasi pada Kamis, 12 Februari 2026. Aksi ini berlangsung di Jalan Jenderal Ahmad Yani, di mana para sopir memarkir kendaraan mereka hingga menutup akses jalan tersebut. Demo ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan operasional Bus Trans Bekasi Keren yang dikenal sebagai Trans Beken.
Polisi Turun Tangan dan Fasilitasi Audiensi
Jajaran Polres Metro Bekasi Kota turun ke lokasi untuk melakukan negosiasi humanis dengan para koordinator lapangan atau korlap dari sopir angkot. Melalui komunikasi yang persuasif, petugas berhasil meyakinkan massa untuk membuka kembali jalan dan memfasilitasi perwakilan sopir dalam audiensi langsung dengan Pemerintah Kota Bekasi. Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, menyatakan, "Alhamdulillah sudah aman, massa sudah bubar. Demo protes Trans Bekasi Keren tapi sudah aman."
Audiensi tersebut diadakan di Kantor Pemerintah Kota Bekasi dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Davis Busin Siswara, Asda II Inayatulloh, Kadishub Kota Bekasi Zeno Bachtiar, serta pengurus DPC Organda Kota Bekasi. Dalam pertemuan ini, tercapai kesepakatan yang mendorong pembubaran massa secara tertib.
Dampak Lalu Lintas dan Respon Polisi
Aksi demo sempat menyebabkan kemacetan parah di Jalan Jenderal Ahmad Yani, yang merupakan jantung Kota Bekasi. Armada angkot dari berbagai trayek seperti K-02, K-07, K-10, K-11, K-25, dan K-30 terlibat dalam aksi parkir dan penutupan jalan. Namun, setelah audiensi, kondisi lalu lintas berangsur normal. Petugas dari Sat Lantas dan Sat Samapta Polres Metro Bekasi Kota tetap berjaga hingga arus kembali lancar.
Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Agus Rohmat, menekankan, "Fokus utama kami adalah menjamin hak penyampaian aspirasi berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat luas pengguna jalan." Kapolres melalui Kabagops juga menyampaikan apresiasi kepada massa aksi yang menjaga ketertiban selama demo berlangsung.
Kesimpulan dan Komitmen Polri
Polri berkomitmen untuk terus menjadi jembatan komunikasi yang netral dalam menciptakan kondusivitas wilayah di Kota Bekasi. Demo ini menunjukkan bagaimana dialog antara pemerintah, polisi, dan masyarakat dapat menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, meski sempat mengganggu aktivitas lalu lintas.