Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama (Kemenag), telah mengumumkan rencana untuk segera menyelenggarakan sidang isbat guna menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Sidang isbat ini merupakan momen krusial yang akan menentukan dimulainya ibadah puasa Ramadhan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, menyatukan umat Islam dalam menjalankan kewajiban agamanya.
Proses Penetapan Awal Ramadhan di Indonesia
Sidang isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadhan merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh Kemenag dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Proses ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga mencerminkan upaya pemerintah dalam memastikan keakuratan dan keseragaman pelaksanaan ibadah puasa bagi seluruh masyarakat Muslim di Indonesia.
Unsur-Unsur yang Terlibat dalam Sidang Isbat
Dalam sidang isbat tersebut, Kemenag akan mengundang perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan lainnya. Selain itu, para ahli astronomi atau hisab rukyat juga akan hadir untuk memberikan data ilmiah mengenai perhitungan bulan. Instansi pemerintah terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), turut berpartisipasi untuk mendukung proses penetapan dengan informasi cuaca dan visibilitas hilal.
Dengan demikian, sidang isbat ini dirancang untuk menggabungkan pendekatan keagamaan, ilmiah, dan sosial, memastikan keputusan yang diambil dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Penetapan awal Ramadhan 2026 diharapkan dapat berjalan lancar dan menjadi landasan bagi umat Islam Indonesia untuk memulai ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.