Ikang Fawzi Tersinggung Anaknya Dicopot dari Petugas Haji 2026
Ikang Fawzi Tersinggung Chiki Dicopot dari Petugas Haji

Musisi dan artis peran senior Ikang Fawzi akhirnya angkat bicara menanggapi viralnya kasus pencopotan putrinya, Chiki Fawzi, dari posisi petugas haji untuk tahun 2026. Dalam pernyataannya, Ikang mengungkapkan perasaan tersinggung yang mendalam atas insiden yang menimpa sang anak.

Reaksi Emosional dari Seorang Ayah

Ikang Fawzi dengan tegas menyatakan bahwa reaksinya bukan sekadar kesedihan biasa, melainkan sebuah bentuk keterasingan dan ketersinggungan. "Bukan sedih, saya tersinggung. Saya juga ini, tapi saya pikir ya itu urusan dari kamu punya pekerjaan, ya suka-suka kamu lah. Kalau kamu tidak bijaksana itu urusan kamu," ujar Ikang dengan nada yang terdengar emosional.

Konteks Pertemuan dengan Media

Pernyataan ini disampaikan Ikang Fawzi saat ia ditemui oleh awak media di area CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026. Suasana pertemuan tersebut menggambarkan ketegangan yang dirasakan oleh musisi legendaris ini.

Mengakui Otoritas Pihak Kantor

Meskipun merasa tersinggung, Ikang Fawzi mengakui bahwa keputusan pencopotan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan pihak kantor tempat Chiki Fawzi bekerja. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan urusan internal pekerjaan putrinya, dan sebagai orang tua, ia menghormati proses tersebut.

"Saya pikir ya itu urusan dari kamu punya pekerjaan, ya suka-suka kamu lah," tambah Ikang, menekankan bahwa meskipun ia tidak setuju, ia memahami bahwa keputusan akhir ada pada institusi yang bersangkutan.

Implikasi bagi Hubungan Keluarga

Insiden ini menyoroti dinamika hubungan antara orang tua dan anak dalam menghadapi tekanan publik. Ikang Fawzi, sebagai figur publik, harus menyeimbangkan antara dukungan emosional kepada anaknya dan pengakuan terhadap otoritas profesional.

Viralnya kasus Chiki Fawzi di media sosial telah memicu berbagai spekulasi dan komentar dari netizen, menambah beban psikologis bagi keluarga Fawzi. Ikang berharap bahwa dengan pernyataannya, publik dapat memahami sisi emosional yang dialaminya tanpa mengabaikan fakta bahwa keputusan pekerjaan adalah hak mutlak pihak kantor.