Contraflow dan One Way Diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek untuk Arus Mudik Lebaran 2026
Contraflow & One Way di Tol Jakarta-Cikampek untuk Mudik 2026

Contraflow dan One Way Lokal Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek untuk Antisipasi Mudik Lebaran 2026

PT Jasa Marga, melalui anak usahanya Jasamarga Transjawa Tol (JTT), telah mulai menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026, yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan.

Detail Penerapan Contraflow dan One Way

Menurut Ria Marlinda Paalo, Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, penerapan contraflow dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian. Rekayasa ini diberlakukan di KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek, mulai Selasa, 17 Maret 2026, pukul 20.43 WIB.

Selain contraflow, JTT juga mendukung penerapan rekayasa lalu lintas one way lokal yang dimulai dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 263 Tol Pejagan-Pemalang. Kebijakan one way ini telah aktif sejak pukul 15.18 WIB pada hari yang sama, juga atas keputusan kepolisian.

Upaya Kolaboratif untuk Kelancaran Lalu Lintas

Penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Jasa Marga Group, kepolisian, dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Tujuannya adalah menjaga kelancaran arus kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa, khususnya selama puncak mudik Lebaran.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, JTT telah menyiapkan berbagai langkah operasional, antara lain:

  • Pemasangan rambu dan traffic cone di titik-titik strategis.
  • Penempatan petugas secara intensif di lokasi rawan kemacetan.
  • Optimalisasi kapasitas gerbang tol melalui penambahan gardu.
  • Koordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan buka-tutup akses masuk tol.
  • Kesiapan layanan derek, ambulans, dan patroli yang siaga 24 jam.

Imbauan bagi Pengguna Jalan

Dengan meningkatnya volume lalu lintas, JTT mengimbau pengguna jalan untuk:

  1. Mematuhi arahan petugas di lapangan dengan ketat.
  2. Mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
  3. Mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki jalan tol.

Pengelola tol juga memastikan kesiapan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area, termasuk pengaturan kapasitas secara situasional melalui sistem buka-tutup untuk mencegah kepadatan kendaraan yang berlebihan.

Ria Marlinda menegaskan, "Saat ini volume lalu lintas terpantau meningkat, sehingga kami terus mengimbau pengguna jalan Tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol." Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar dan aman bagi semua pihak.