Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, meminta petugas haji untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus kelelahan dan jemaah yang terpisah dari rombongan selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Permintaan ini disampaikan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Minggu, 17 Mei 2026.
Pendampingan Harus Ditingkatkan
Neng Eem menegaskan bahwa pendampingan terhadap jemaah harus ditingkatkan agar tidak ada jemaah yang terlantar. "Jangan sampai ada jemaah kita yang terlantar karena kurangnya pendampingan," ujarnya dengan tegas. Ia juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan yang responsif, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Layanan Kesehatan dan Konsumsi Jadi Sorotan
Timwas Haji DPR juga menyoroti ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, dan kecepatan penanganan darurat sebagai faktor penting untuk menekan risiko kesehatan selama ibadah. Selain itu, pola konsumsi jemaah juga mendapat perhatian khusus. Kualitas makanan dinilai sangat menentukan daya tahan tubuh jemaah lansia yang rentan mengalami penurunan kondisi akibat cuaca panas dan kelelahan.
Evaluasi untuk Perbaikan Pelayanan
Pengawasan yang dilakukan DPR diharapkan menjadi instrumen evaluasi agar pelayanan haji Indonesia terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. DPR ingin memastikan seluruh jemaah, terutama lansia, dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat.



