Banjir di Jalur Pantura Semarang Sebabkan Kemacetan Panjang 15 Kilometer
Banjir Pantura Semarang Picu Macet 15 Km, Kendaraan Mogok

Banjir di Jalur Pantura Semarang Sebabkan Kemacetan Panjang 15 Kilometer

Banjir yang melanda kawasan Pantura di Kota Semarang telah menimbulkan gangguan lalu lintas yang signifikan. Kejadian ini terjadi di Jalan Raya Kaligawe, tepatnya di Kilometer 7-9, Kecamatan Genuk, yang terendam air akibat luapan Kali Babon.

Penyebab dan Dampak Banjir

Menurut keterangan dari Rismanto, banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Babon yang terjadi karena kiriman air dari wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, yang mengalami hujan deras pada malam sebelumnya. Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 sentimeter, cukup tinggi untuk mengganggu aktivitas transportasi.

Dampak langsung dari banjir ini sangat terasa di sektor transportasi. Sejumlah kendaraan, terutama sepeda motor, mengalami mogok karena terendam air. Hal ini memperparah kondisi lalu lintas yang sudah padat.

Kemacetan Parah di Jalur Demak-Semarang

Akibat banjir, kemacetan terjadi di jalur Demak menuju Semarang. Rismanto menjelaskan bahwa kemacetan mencapai panjang 15 kilometer, dengan titik terparah terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Banjir sendiri menggenangi jalan sepanjang 2 kilometer di arah tersebut.

Kondisi ini membuat perjalanan menjadi sangat lambat dan merepotkan bagi pengendara. Sisi selatan jalur Pantura menjadi area yang paling terdampak, dengan arus kendaraan terhambat total untuk beberapa waktu.

Respons dan Imbauan

Meskipun artikel ini tidak menyebutkan respons resmi dari pihak berwenang, kejadian ini mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana banjir, terutama di daerah rawan seperti Pantura. Pengendara diimbau untuk berhati-hati dan menghindari jalur yang tergenang jika memungkinkan.

Banjir di Semarang ini bukan kali pertama terjadi, menunjukkan bahwa perlunya penanganan lebih serius terhadap masalah drainase dan pengelolaan sungai di wilayah tersebut untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.