4 Anggota KKB Ditangkap, Termasuk Penembak Pesawat Smart Air Paulus Pulo
Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap empat orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan. Kelompok ini diketahui kerap melakukan berbagai aksi kekerasan yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dua Pelaku Diduga Terlibat Penembakan Pesawat
Dari keempat anggota KKB yang berhasil diamankan, sebanyak dua orang di antaranya diduga kuat terlibat dalam insiden penembakan pesawat Smart Air dengan registrasi PK-SNR. Insiden tragis tersebut terjadi di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dan menimbulkan keprihatinan luas.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa awalnya terdapat sekitar 20 anggota KKB yang diduga melakukan penembakan terhadap pesawat Smart Air. Pihak kepolisian masih memeriksa dua anggota KKB berinisial GW dan EH yang telah ditangkap untuk mengungkap keterlibatan mereka lebih lanjut.
"Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada 11 Februari, dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut," jelas Yusuf dalam keterangan resminya yang dikutip dari berbagai sumber.
Pengungkapan Senjata dan Investigasi Mendalam
Tim satgas juga telah mendalami keterangan dari para penumpang pesawat Smart Air yang berhasil selamat dari serangan tersebut. Saat penyerangan terjadi, para pelaku diketahui membawa berbagai jenis senjata api dan senjata tajam yang siap digunakan.
"Diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi," tambah Yusuf memberikan penjelasan lebih rinci.
Investigasi terus dilakukan untuk melacak asal-usul senjata tersebut serta motif di balik serangan yang menargetkan pesawat sipil ini.
Pengejaran dan Pengamanan Diperketat
Yusuf memastikan bahwa para pelaku lainnya yang masih buron terus dalam pengejaran intensif oleh aparat keamanan. Sejumlah personel kepolisian juga telah diturunkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah Boven Digoel guna mencegah terulangnya insiden serupa.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di daerah-daerah rawan yang sering menjadi lokasi operasi kelompok bersenjata. Operasi penangkapan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani ancaman keamanan di Papua.