Air Canada Hentikan Semua Penerbangan ke Kuba Akibat Krisis Bahan Bakar
Air Canada Hentikan Penerbangan ke Kuba

Air Canada Hentikan Semua Penerbangan ke Kuba Akibat Krisis Bahan Bakar

Maskapai penerbangan Air Canada secara resmi menghentikan seluruh operasi penerbangan menuju Kuba. Keputusan drastis ini diambil menyusul peringatan dari otoritas Kuba tentang kelangkaan bahan bakar penerbangan yang parah di bandara-bandara negara tersebut.

Peringatan Resmi dan Dampak Operasional

Air Canada mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi penghentian penerbangan ini. "Air Canada mengambil keputusan tersebut setelah adanya peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang ketidakandalan pasokan bahan bakar penerbangan di bandara-bandara Kuba," jelas maskapai tersebut, seperti dikutip dari Al-Jazeera pada Selasa, 10 Februari 2026.

Maskapai memperkirakan bahwa mulai tanggal 10 Februari, bahan bakar penerbangan tidak akan tersedia secara komersial di seluruh bandara di pulau Kuba. Untuk penerbangan yang masih beroperasi, Air Canada akan mengisi bahan bakar tambahan dan melakukan pemberhentian teknis jika diperlukan untuk memastikan perjalanan pulang.

Prioritas Pemulangan Penumpang

Prioritas utama Air Canada saat ini adalah memulangkan sekitar 3.000 penumpang yang telah berada di Kuba kembali ke Kanada. "Selama beberapa hari ke depan, maskapai akan mengoperasikan penerbangan kosong ke selatan untuk menjemput sekitar 3.000 pelanggan yang sudah berada di tujuan dan memulangkan mereka," tegas pernyataan resmi Air Canada.

Sebelum penghentian ini, Air Canada mengoperasikan rata-rata 16 penerbangan mingguan ke empat tujuan di Kuba. Penerbangan musiman ke Holguin dan Santa Clara telah dibatalkan, sementara penerbangan ke Varadero dan Cayo Coco dijadwalkan beroperasi sepanjang tahun, dengan perkiraan tanggal mulai kembali pada 1 Mei.

Pemberitahuan Resmi dan Dampak Lebih Luas

Dalam NOTAM (Pemberitahuan kepada Misi Udara) resmi, Bandara Internasional Jose Marti Havana menyatakan pada hari Minggu bahwa "bahan bakar Jet A1 tidak akan tersedia" mulai Selasa pukul 5 pagi waktu setempat, dengan peringatan berlaku hingga 11 Maret.

Langkah ini diperkirakan akan memengaruhi sembilan bandara internasional di Kuba, termasuk Havana, Varadero, Santa Clara, Holguin, Santiago de Cuba, dan Cayo Coco, dengan mencegah pesawat mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.

Konteks Krisis dan Respons Maskapai Lain

Krisis bahan bakar sebelumnya telah mendorong banyak maskapai penerbangan untuk mengisi bahan bakar di negara ketiga terdekat, seperti Panama, Bahama, Republik Dominika, dan Amerika Serikat. Namun, sebagian besar penerbangan ke Havana tampak tepat waktu dan sesuai jadwal pada Senin pagi.

Di sisi lain, maskapai penerbangan AS, termasuk American Airlines, Southwest Airlines, dan Delta Air Lines, menyatakan mereka terus terbang ke Kuba dan tidak mengalami dampak operasional apa pun. Maskapai-maskapai tersebut mengonfirmasi bahwa pesawat yang beroperasi ke Kuba membawa bahan bakar yang cukup untuk perjalanan selanjutnya.

Pemerintah Kuba juga mengumumkan penutupan beberapa hotel dengan tingkat hunian rendah sebagai bagian dari langkah-langkah penghematan bahan bakar yang lebih luas, menandakan krisis yang lebih dalam di sektor pariwisata dan transportasi.