ASDP Tangani Lonjakan Arus Kendaraan di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
ASDP Tangani Lonjakan Arus Kendaraan Ketapang-Gilimanuk

ASDP Bergerak Cepat Atasi Peningkatan Arus Kendaraan di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah responsif untuk menangani lonjakan arus kendaraan yang terus meningkat di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur) menuju Gilimanuk (Bali). Peningkatan ini terutama melibatkan truk logistik, mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi taktis dan kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan.

Penanganan Terintegrasi untuk Kelancaran Layanan

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menekankan bahwa perusahaan mengedepankan penanganan terintegrasi guna menjaga kelancaran operasional di lintasan tersebut. "Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal," ujar Windy dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, seperti dilaporkan Antara pada Sabtu, 4 April 2026.

Windy menjelaskan bahwa percepatan di pelabuhan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang seperti roda dua, roda empat, dan bus, sementara dermaga 4 serta LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik. "Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat kapal menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Optimalisasi Operasional dan Pengendalian Volume

General Manajer PT ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menyatakan bahwa optimalisasi operasional juga dilaksanakan dengan memperkuat ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung. "Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah, dan fokus kami adalah mempercepat waktu penyelesaian bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang," jelas Arief.

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan bahwa pengendalian volume kendaraan diperkuat melalui optimalisasi buffer zone. Area Pusri difungsikan khusus untuk menampung hingga 150 truk sumbu tiga, sedangkan buffer zone Bulusan mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran. "Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan," paparnya.

Kondisi Antrean dan Data Pergerakan

Hingga Jumat, 3 April 2026, antrean kendaraan dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) terpantau mencapai sekitar 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan, dengan dominasi kendaraan logistik. Meskipun demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh berkisar antara 20 hingga 35 menit.

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat pergerakan kendaraan dan penumpang yang dilayani sebanyak 26.122 orang dan 125.950 unit kendaraan di dua lintasan penyeberangan utama, yaitu Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, selama momen libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus. Data ini menunjukkan skala operasional yang signifikan yang memerlukan penanganan khusus untuk memastikan efisiensi dan kenyamanan bagi pengguna jasa.

Dengan langkah-langkah ini, ASDP berkomitmen untuk mengurangi dampak peningkatan arus kendaraan dan menjaga kelancaran penyeberangan di lintasan strategis antara Jawa dan Bali.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga