Arus Balik 2026 Padat di Tol Jakarta-Bandung, Volume Kendaraan Naik 17%
Arus Balik 2026 Padat di Tol Jakarta-Bandung

Arus Balik 2026 Meningkat Tajam, Tol Jakarta-Bandung Dipadati Kendaraan

Kondisi arus balik tahun 2026 di ruas tol menuju Jakarta dan Bandung mengalami peningkatan signifikan hanya dua hari sebelum libur sekolah berakhir. Ribuan kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta mengalir tanpa henti, menyebabkan lalu lintas berjalan sangat lambat bahkan merayap.

Volume Lalu lintas Naik Drastis Menuju Jabodetabek

Berdasarkan data dari Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), pada Jumat 27 Maret 2026 tercatat peningkatan volume lalu lintas arus balik yang cukup tinggi. Total sebanyak 174.800 kendaraan masuk melalui empat gerbang tol utama, yaitu GT Halim, Cikunir 6, Cikupa, dan Ciawi 2.

"Meningkat 16,96 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 149.349 kendaraan yang kembali menuju Jabodetabek," jelas Senior General Manager JMT Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, dalam siaran pers yang dirilis Sabtu (28/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rincian pergerakan kendaraan di setiap gerbang tol adalah sebagai berikut:

  • GT Halim: 71.015 kendaraan
  • GT Cikunir 6: 19.205 kendaraan
  • GT Cikupa: 47.435 kendaraan
  • GT Ciawi 2: 37.145 kendaraan

Semua gerbang tol tersebut mengalami peningkatan volume yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas pada hari-hari biasa.

Peningkatan Arus dari Bandung ke Jakarta

Sementara itu, di wilayah Jawa Barat khususnya dari Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta, juga terjadi peningkatan volume lalu lintas. Tercatat total sebanyak 67.633 kendaraan melintas pada hari yang sama.

"Naik sebesar 13,02 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 59.840 kendaraan," tambah Widiyatmiko. Peningkatan ini menunjukkan bahwa banyak warga yang memilih untuk kembali ke Jakarta setelah menikmati liburan di Bandung dan sekitarnya.

Arus Menuju Bandung Justru Lebih Rendah

Berbeda dengan arus menuju Jakarta, volume lalu lintas yang menuju Bandung atau Rancaekek justru mengalami penurunan. Data menunjukkan hanya 69.660 kendaraan yang melintas melalui gerbang tol yang sama.

"Lebih rendah 6,71 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 74.668 kendaraan," ungkapnya. Lalu lintas ini terdistribusi melalui dua gerbang tol utama, yaitu GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi dan GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi.

Imbauan Jasa Marga untuk Pengguna Jalan

Menghadapi kondisi arus balik yang padat ini, Jasa Marga memberikan beberapa imbauan penting kepada masyarakat. "Pastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan," pesan Widiyatmiko.

Selain itu, Jasa Marga juga mengingatkan pengguna jalan untuk hanya menggunakan satu kartu elektronik yang sama saat melakukan pembayaran di jalan tol dengan sistem transaksi tertutup. Sistem ini berlaku untuk ruas tol seperti Cipularang, Padaleunyi, serta Jalan Tol JORR II.

Penggunaan kartu elektronik yang sama sangat penting untuk memastikan transaksi tapping di gerbang tol masuk dan keluar berjalan lancar tanpa kendala teknis yang dapat memperparah kemacetan.

Dengan persiapan yang matang dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan perjalanan arus balik 2026 dapat berlangsung lebih aman dan nyaman meskipun volume kendaraan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir menjelang berakhirnya libur sekolah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga