Umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia bersiap menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan akan jatuh pada periode Februari hingga Maret 2026. Perhitungan ini didasarkan pada kalender Hijriah yang digunakan dalam penentuan waktu ibadah umat Muslim.
Proses Penetapan Awal Ramadhan oleh Pemerintah
Di Indonesia, penetapan resmi awal bulan Ramadhan dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Mekanisme utamanya adalah penyelenggaraan sidang isbat, sebuah forum khusus yang digelar untuk memutuskan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadhan, berdasarkan dua metode utama.
Metode Rukyatul Hilal dan Hisab
Sidang isbat mengombinasikan metode rukyatul hilal, yaitu pemantauan langsung terhadap kemunculan hilal (bulan sabit) di ufuk barat setelah matahari terbenam, dengan perhitungan hisab yang bersifat astronomis dan matematis. Kombinasi ini bertujuan untuk memastikan ketepatan penanggalan secara ilmiah dan syar'i.
Peran Organisasi Kemasyarakatan Islam
Selain pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam besar di Indonesia, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, juga memiliki otoritas dalam menetapkan awal Ramadhan. Kedua ormas ini sering kali menggunakan metode penetapan yang sedikit berbeda, dengan Muhammadiyah lebih mengedepankan hisab murni, sementara NU menekankan rukyatul hilal.
Perbedaan metode ini terkadang menyebabkan variasi dalam penentuan hari pertama Ramadhan, meskipun upaya penyatuan terus dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Agama. Proses ini mencerminkan dinamika dan keragaman pendekatan dalam kehidupan beragama di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menetapkan waktu ibadah yang sangat sakral bagi umat Islam.