Peringatan Suhu Panas di Mina dan Muzdalifah, Jemaah Haji Diminta Waspada
Peringatan Suhu Panas di Mina dan Muzdalifah

Peringatan Suhu Panas di Mina dan Muzdalifah, Jemaah Haji Diminta Waspada

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengeluarkan peringatan resmi terkait suhu panas ekstrem di kawasan Mina dan Muzdalifah. Jemaah haji yang tengah menjalankan rangkaian ibadah di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Cuaca ekstrem ini memerlukan perhatian khusus agar kesehatan jemaah tetap terjaga selama berada di Tanah Suci.

Kondisi Cuaca Ekstrem Terkini

Berdasarkan pengumuman resmi dari Kementerian Haji dan Umrah, suhu di kawasan Mina dan Muzdalifah saat ini telah mencapai 48 derajat Celsius. Kondisi ini sangat berdampak pada fisik para jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat potensi peningkatan suhu yang lebih parah. Suhu diperkirakan dapat meningkat hingga 50 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi panas ekstrem ini akan terasa lebih menyengat, terutama saat tidak ada angin yang berhembus di sekitar kawasan tersebut. Jemaah diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan petugas.

Langkah Antisipasi bagi Jemaah

Untuk menghadapi cuaca yang sangat terik ini, Kementerian Haji dan Umrah memberikan sejumlah imbauan penting bagi jemaah haji. Langkah-langkah ini wajib dilakukan guna mencegah risiko dehidrasi dan heatstroke. Berikut adalah tindakan yang disarankan bagi jemaah selama berada di Mina dan Muzdalifah:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Minum air secara rutin, jangan tunggu sampai merasa haus.
  • Gunakan payung atau pelindung diri lainnya yang berwarna terang untuk memantulkan panas.
  • Usahakan untuk beristirahat di tempat teduh secara berkala guna memulihkan kondisi tubuh.

Daftar APD Bagi Jemaah Haji Supaya Ibadah Tetap Nyaman

Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI menganjurkan jemaah haji untuk memakai alat pelindung diri (APD) demi kenyamanan selama ibadah. Mulai dari kacamata, masker hingga alas kaki yang tepat. Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Kemenhaj RI, berikut daftar APD yang disarankan:

  • Kacamata hitam: Melindungi dari sinar UV dan debu.
  • Payung: Pilih payung lipat yang mudah dibawa.
  • Masker: Menutupi hidung dan mulut, ganti setiap 4-6 jam sekali.
  • Tas paspor: Berisi paspor, makanan ringan, dan obat-obatan.
  • Tas kresek/totebag: Untuk menyimpan sandal dan pelembab.
  • Semprotan air: Tempat air minum dan semprotan air selalu terisi air.
  • Alas kaki: Gunakan ukuran yang pas dengan tali belakang.

Kapan Puncak Haji 2026?

Wukuf merupakan rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah. Wukuf juga disebut sebagai puncak ibadah haji di mana jemaah melakukan kegiatan berdiam diri (hadir) di Arafah. Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M yang disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI, 9 Zulhijjah 1447 H/2026 M jatuh pada 26 Mei 2026. Itu berarti, puncak haji 2026 atau wukuf di Arafah jatuh pada tanggal 26 Mei 2026.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga