Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah: Korban Jiwa Terus Berjatuhan
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah: Korban Jiwa Terus Berjatuhan

Paus Leo XIV secara tegas menyerukan gencatan senjata dalam konflik perang yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada wartawan, pemimpin Gereja Katolik ini menyatakan bahwa perang tersebut telah menelan banyak korban jiwa dan memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

Seruan untuk Dialog dan Perdamaian

"Saya ingin memperbarui seruan saya untuk gencatan senjata, untuk bekerja demi perdamaian, bukan dengan senjata tetapi dengan dialog," ujar Paus Leo XIV saat ia meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, yang terletak di luar Roma, menuju Vatikan. Pernyataan ini dilaporkan oleh AFP pada Rabu, 25 Maret 2026.

Paus menekankan bahwa perang yang terjadi justru meningkatkan kebencian dan memperburuk kondisi di lapangan. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas dampak kemanusiaan yang ditimbulkan, dengan menyebutkan bahwa kekerasan semakin memburuk dan banyak nyawa yang telah hilang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Kemanusiaan yang Mengkhawatirkan

"Kebencian meningkat, kekerasan semakin memburuk dan lebih dari satu juta orang telah mengungsi, dengan banyak yang tewas," tegas Paus Leo XIV. Ia menambahkan bahwa situasi ini memerlukan tindakan segera untuk mencegah lebih banyak korban berjatuhan dan penderitaan yang berlanjut.

Dalam upaya mendorong resolusi damai, Paus juga mendoakan agar perdamaian segera terwujud. Ia mengajak semua pihak yang berwenang untuk memprioritaskan dialog dan diskusi sebagai cara untuk menyelesaikan konflik, daripada mengandalkan kekuatan militer.

Pendekatan Hati-hati Paus Leo XIV

Leo XIV, yang merupakan Paus pertama berkebangsaan Amerika, telah berulang kali mengutuk perang dan menyerukan dialog dalam berbagai kesempatan. Namun, sejak serangan AS-Israel terhadap Iran yang memicu perang pada 28 Februari, Paus yang berusia 70 tahun ini tampak berhati-hati dalam pernyataannya.

Ia menahan diri untuk tidak menyebutkan pihak mana pun secara spesifik dalam kecaman dan seruannya untuk perdamaian, menunjukkan pendekatan diplomatik yang bijaksana dalam menangani konflik yang kompleks ini. Hal ini mencerminkan upayanya untuk tetap netral dan mendorong semua pihak agar duduk bersama dalam meja perundingan.

Seruan Paus Leo XIV ini datang di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah, di mana konflik bersenjata telah menyebabkan kerusakan besar dan krisis kemanusiaan. Dengan menekankan pentingnya dialog, ia berharap dapat menginspirasi langkah-langkah konkret menuju perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga