Nuzulul Quran 2026: Muhammadiyah 6 Maret, Pemerintah 7 Maret, Ini Penjelasannya
Nuzulul Quran 2026: Muhammadiyah 6 Maret, Pemerintah 7 Maret

Nuzulul Quran 2026: Dua Tanggal Berbeda untuk Peringatan Turunnya Al-Quran

Nuzulul Quran merupakan momen sakral bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Peristiwa ini mengenang turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, banyak masyarakat Muslim yang penasaran: Nuzulul Quran 2026 tanggal berapa? Jawabannya ternyata tidak tunggal, karena terdapat perbedaan penetapan antara organisasi Islam dan pemerintah.

Penetapan Muhammadiyah: 6 Maret 2026 Berdasarkan Hisab

Muhammadiyah, melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP), telah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menghitung posisi bulan secara astronomis untuk menentukan awal bulan Hijriah. Dengan perhitungan tersebut, tanggal 17 Ramadan—yang merupakan hari Nuzulul Quran—bertepatan dengan Jumat, 6 Maret 2026.

Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah ini konsisten diterapkan untuk menetapkan berbagai hari penting dalam kalender Islam, termasuk Idul Fitri dan Idul Adha. Keputusan ini telah diumumkan secara resmi dan menjadi pedoman bagi anggota serta simpatisan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penetapan Pemerintah: 7 Maret 2026 Melalui Sidang Isbat

Di sisi lain, pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Agama (Kemenag RI), menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar secara resmi, yang menjadi acuan nasional untuk ibadah puasa dan hari-hari besar Islam. Dengan demikian, peringatan Nuzulul Quran menurut kalender pemerintah akan berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Sidang isbat pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk ulama, ahli astronomi, dan perwakilan organisasi Islam, untuk memastikan keputusan yang komprehensif. Tanggal ini digunakan sebagai pedoman resmi oleh instansi pemerintah, sekolah, dan banyak umat Islam yang mengikuti ketetapan negara.

Mengapa Terjadi Perbedaan Tanggal?

Perbedaan tanggal Nuzulul Quran antara Muhammadiyah dan pemerintah bukanlah hal baru dalam sejarah Islam di Indonesia. Fenomena ini muncul akibat perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah:

  • Metode Hisab: Digunakan oleh Muhammadiyah, mengandalkan perhitungan astronomis matematis tanpa perlu melihat hilal secara fisik.
  • Metode Rukyat: Digunakan dalam sidang isbat pemerintah, yang menggabungkan perhitungan dengan pengamatan visual hilal (bulan sabit) di lapangan.

Meskipun tanggalnya berbeda, kedua pihak menekankan pentingnya saling menghormati dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Peringatan Nuzulul Quran tetaplah momentum bersama untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran, meningkatkan ibadah, dan merenungkan makna turunnya kitab suci tersebut selama bulan Ramadan.

Bagi umat Islam, perbedaan ini tidak mengurangi esensi dari Nuzulul Quran itu sendiri. Momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, terlepas dari perbedaan tanggal peringatannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga