Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat 20 Maret 2026
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan keputusan resmi yang menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Jumat, tanggal 20 Maret 2026. Penetapan ini merupakan hasil dari perhitungan yang matang dan telah diumumkan secara formal sejak Oktober 2025 melalui maklumat resmi yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah.
Dasar Penetapan Berdasarkan Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Keputusan penetapan awal Syawal 1447 H ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman utama bagi Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Metode ini merupakan sistem perhitungan astronomis yang digunakan untuk menentukan visibilitas hilal (bulan sabit) sebagai penanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah.
Selain itu, penentuan ini juga mengacu secara ketat pada prinsip, syarat, serta parameter yang telah ditetapkan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal. Pendekatan ini memastikan konsistensi dan keakuratan dalam penanggalan Islam secara internasional, sekaligus mencerminkan komitmen Muhammadiyah terhadap standarisasi yang ilmiah dan terukur.
Proses dan Implikasi Sosial dari Penetapan Awal Syawal
Proses penetapan ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian mendalam yang melibatkan para ahli astronomi dan keagamaan di lingkungan Muhammadiyah. Pengumuman sejak Oktober 2025 memberikan waktu yang cukup bagi umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk mempersiapkan diri menyambut hari raya dengan lebih baik.
Penetapan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026 ini diharapkan dapat meminimalisir perbedaan penentuan hari raya yang kerap terjadi di Indonesia. Dengan keputusan yang jelas dan transparan, Muhammadiyah ingin memberikan kepastian serta panduan yang dapat dijadikan acuan oleh masyarakat dalam merencanakan kegiatan keagamaan dan sosial selama bulan suci Ramadan dan hari raya.
