Menag Jelaskan Asal Usul Rencana Gedung Baru MUI 40 Lantai, Tegaskan Tak Terkait BoP
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rasa prihatin dan malu atas kondisi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dinilai tidak layak bagi organisasi pemimpin umat Islam terbesar di dunia. Dalam acara Mukernas I MUI di Jakarta, Kamis (12 Februari 2026), Nasaruddin menyatakan bahwa niat membangun gedung baru bermula dari kegundahannya sebagai menteri agama yang belum mampu menyediakan fasilitas memadai.
"Saya malu ya, percuma saya jadi Menteri Agama kalau tidak bisa menghadirkan tempat yang layak buat para pemimpin umat kita. Kita umat Islam paling besar sedunia, tapi belum punya sekretariat yang memadai," ujar Nasaruddin dengan penuh penekanan.
Kondisi Memprihatinkan Kantor MUI Saat Ini
Nasaruddin membeberkan perbandingan mencolok antara kantor MUI dengan organisasi keagamaan lain. Ia menyebutkan bahwa Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memiliki kantor berlantai enam di kawasan Menteng dengan fasilitas mewah, sementara MUI kesulitan bahkan dalam hal parkir kendaraan.
"Tanpa bermaksud membandingkan, saudara kita KWI itu di Menteng, enam lantai, luxury di dalamnya. Kita? Tempat parkirnya susah sekali. Dalamnya, maaf ya, enggak layaklah bagi negara dengan umat Islam terbesar di dunia kantornya seperti itu," papar Imam Besar Masjid Istiqlal ini dengan nada prihatin.
Dukungan Presiden Prabowo untuk Pembangunan
Bermula dari keprihatinan tersebut, Nasaruddin kemudian berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto yang ternyata merespons positif rencana tersebut. "Alhamdulillah titik terang bapak-ibu sekalian. Itu semuanya karena berkat doanya para ulama, para kiai juga, saya hanya melaksanakan amanah," ungkapnya dengan rasa syukur.
Presiden Prabowo telah menyetujui rencana pembangunan kantor MUI setinggi 40 lantai di jantung Jakarta yang tidak hanya akan digunakan oleh MUI tetapi juga oleh Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU). Nasaruddin menjelaskan bahwa gedung tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi pengelolaan dana umat secara lebih profesional.
Penegasan Tidak Ada Hubungan dengan Board of Peace
Nasaruddin dengan tegas menyangkal adanya kaitan antara rencana pembangunan gedung baru dengan sikap MUI terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai gedung baru telah dilakukan jauh sebelum isu BoP muncul.
"Duluan kita daripada BOP. BOP kan baru kemarin, sedangkan LPDU ini tahun lalu. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya, kita sudah launching bersama Bapak Presiden pada tahun lalu," tegas Nasaruddin untuk mengklarifikasi spekulasi yang beredar.
Fungsi Lebih Luas dari Sekadar Kantor MUI
Menurut penjelasan lebih lanjut, gedung 40 lantai tersebut tidak hanya akan menjadi sekretariat MUI tetapi juga akan menampung Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU). Nasaruddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menginginkan pengelolaan dana umat yang selama ini belum terolah dengan baik dapat dilakukan secara lebih profesional.
"Bapak Presiden ingin melihat dana-dana umat yang belum terolah dengan baik secara profesional, itu diberikan tempat supaya lebih profesional juga dan itu akan menjadi bimbingan MUI. Jadi itu sebenarnya bukan sepenuhnya untuk MUI tapi untuk pemeliharaan dana umat yang ada dalam masyarakat kita," jelas Nasaruddin mengenai visi yang lebih luas dari pembangunan tersebut.
Rencana pembangunan gedung MUI 40 lantai ini menjadi perhatian publik tidak hanya karena skalanya yang besar tetapi juga karena posisi strategisnya di ibu kota negara. Nasaruddin berharap dengan adanya fasilitas yang layak, MUI dapat lebih optimal dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin dan pembimbing umat Islam Indonesia.