Putri Kim Jong Un Ditetapkan Sebagai Calon Penerus di Korea Utara
Putri Kim Jong Un Jadi Calon Penerus di Korea Utara

Putri Kim Jong Un Ditetapkan Sebagai Calon Penerus di Korea Utara

Jakarta - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah menetapkan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerusnya menjelang konferensi partai penting yang akan digelar akhir Februari. Informasi ini diungkap oleh anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, setelah menerima pengarahan dari Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan.

Laporan Intelijen Mengonfirmasi Penunjukan

Lee Seong-kweun menyatakan bahwa NIS menilai Kim Ju Ae kini secara jelas "ditunjuk sebagai penerus" kepemimpinan Korea Utara. Kesimpulan ini didasarkan pada berbagai indikator yang diamati oleh badan intelijen tersebut, termasuk semakin seringnya kehadiran Ju Ae dalam acara-acara resmi kenegaraan.

Menurut Lee, NIS juga melihat adanya tanda-tanda bahwa Ju Ae mulai dilibatkan dalam pembahasan kebijakan pemerintah Korea Utara. Penilaian ini dibuat "dengan mempertimbangkan berbagai keadaan, termasuk kehadirannya yang semakin menonjol di acara-acara resmi", kata Lee dalam pernyataannya.

Penguatan Status Melalui Momen Simbolis

Foto-foto yang diterbitkan menjelang kongres politik di Korea Utara bulan ini juga memperkuat pandangan tersebut. Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade dengan kultus "garis keturunan Paektu" yang sangat kuat, yang menekankan legitimasi kepemimpinan turun-temurun.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ju Ae kerap mendampingi Kim Jong Un di sejumlah agenda strategis, termasuk:

  • Kegiatan militer dan latihan tempur
  • Acara kenegaraan dan kunjungan resmi
  • Upacara penghormatan kepada pendahulu negara

Media pemerintah Korea Utara pada Januari lalu menampilkan Ju Ae saat memberi penghormatan bersama ayahnya di Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Momen ini dinilai oleh para pengamat sebagai langkah simbolis yang memperkuat spekulasi tentang statusnya sebagai penerus tahta.

Kongres Partai dan Arah Kebijakan

Korea Utara dijadwalkan menggelar kongres partai pada akhir Februari, sebuah forum politik besar yang diperkirakan akan membahas beberapa isu krusial, seperti:

  1. Arah kebijakan luar negeri dan hubungan diplomatik
  2. Strategi pertahanan dan pengembangan militer
  3. Program nuklir lima tahun ke depan

Konferensi ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang peran Ju Ae dalam struktur kepemimpinan Korea Utara ke depannya. Dengan penunjukan ini, dinasti Kim tampaknya akan terus berlanjut, mempertahankan kendali atas negara yang telah mereka pimpin selama puluhan tahun.