Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Hubungan RI-Iran Berbasis Nilai Keimanan
Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada Rabu, 15 April 2026. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam mempererat hubungan bilateral yang tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga dilandasi oleh nilai-nilai keimanan dan persaudaraan yang mendalam.
Doa untuk Pemulihan Iran dan Diskusi Bilateral
Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin menyampaikan doa dan harapan agar situasi di Iran segera membaik. "Kami mendoakan agar situasi yang dihadapi Iran segera membaik, serta masyarakatnya diberikan ketabahan dan kekuatan," ujar Nasaruddin pada Kamis, 16 April 2026. Dubes Boroujerdi juga menginformasikan kondisi terkini Iran yang sedang menghadapi berbagai tantangan, menjadikan dukungan moral antarnegara sahabat sebagai hal yang krusial.
Pembahasan lebih lanjut mencakup hubungan historis yang telah lama terjalin antara Iran dan Indonesia. Nasaruddin menekankan bahwa kerja sama kedua negara mencakup bidang keagamaan, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Kementerian Agama berkomitmen untuk terus menjadi jembatan dalam membangun harmoni dan persaudaraan antarbangsa.
Latar Belakang Tuntutan Kompensasi Iran
Di sisi lain, Iran telah mengajukan tuntutan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Amerika Serikat dan Israel. Utusan Teheran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa, 14 April 2026, menyatakan bahwa lima negara di kawasan harus ikut membayar kompensasi, dengan tuduhan bahwa wilayah mereka digunakan sebagai titik peluncuran serangan.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, dalam wawancara dengan kantor berita Rusia RIA Novosti, mengungkapkan bahwa perkiraan awal kerugian Iran mencapai sekitar USD 270 miliar atau setara Rp 4.623 triliun. Kerugian ini mencakup dampak langsung dan tidak langsung sejak perang dimulai pada 28 Februari.
- Infrastruktur vital seperti fasilitas minyak dan gas, pabrik petrokimia, serta kompleks militer menjadi sasaran serangan berulang.
- Jembatan, pelabuhan, jaringan rel kereta, universitas, dan pusat penelitian juga terdampak parah.
- Banyak rumah sakit, sekolah, dan rumah warga dilaporkan rusak hingga hancur, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pemulihan penuh.
Iran mengusulkan mekanisme kompensasi melalui skema pajak bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Isu ini telah dibahas dalam perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan pekan lalu dan akan menjadi topik dalam pembicaraan selanjutnya.
Pertemuan antara Menag Nasaruddin dan Dubes Boroujerdi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama bilateral, sambil mengakui tantangan yang dihadapi Iran. Dengan fondasi nilai keimanan, hubungan Indonesia-Iran diharapkan dapat terus berkembang dalam semangat persaudaraan dan dukungan bersama.



