Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Jadikan Al-Qur'an Inspirasi Bangun Bangsa
Menag Ajak Umat Jadikan Al-Qur'an Inspirasi Bangun Bangsa

Menag Serukan Al-Qur'an Sebagai Pedoman Bangun Kehidupan Berbangsa

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, secara tegas mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ajakan ini disampaikan dalam momentum peringatan Nuzulul Qur'an tingkat nasional yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa malam, 10 Maret 2026.

Nilai-Nilai Qur'ani untuk Kemajuan Indonesia

Dalam pidatonya yang dihadiri oleh 298 orang, termasuk menteri kabinet, pimpinan organisasi massa Islam, tokoh agama, dan anak yatim, Nasaruddin menekankan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar kitab suci untuk dibaca, tetapi harus dihayati dan diamalkan dalam keseharian. "Peringatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengukuhkan komitmen menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, serta peradaban," tegasnya.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa dalam konteks kebangsaan, nilai-nilai Al-Qur'an yang sangat relevan dan penting bagi Indonesia meliputi:

  • Keadilan dalam segala aspek kehidupan.
  • Persaudaraan yang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
  • Tanggung jawab moral untuk menjaga amanah.
  • Kelestarian bumi sebagai bagian dari amanah ilahi.

"Al-Qur'an diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, membawa pesan-pesan kedamaian, persatuan, dan kemaslahatan bagi umat manusia," sambung Nasaruddin, menegaskan bahwa kitab suci ini memiliki visi universal yang dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat.

Dakwah yang Menyejukkan dan Mendoakan Pemimpin

Di sisi lain, Nasaruddin juga memberikan perhatian khusus pada peran dakwah dalam masyarakat. Dia berharap agar dakwah yang disampaikan oleh para ulama tidak menimbulkan perpecahan, melainkan menjadi penyejuk yang memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan persatuan. "Dakwah hendaknya menjadi penyejuk bagi masyarakat, memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan persatuan," ujarnya.

Selain itu, Menag mengajak masyarakat untuk senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keteguhan dalam memimpin Indonesia menuju kebaikan. Dia mengutip perkataan ulama besar Al-Fudhail bin 'Iyadh yang menyatakan bahwa doa untuk pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan negeri. "Dengan semangat itulah, kita berharap nilai-nilai Al-Qur'an terus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia, serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa rahmatan lil 'alamin," tutup Nasaruddin dengan penuh harap.

Acara peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk senantiasa merujuk pada nilai-nilai luhur Al-Qur'an dalam setiap langkah pembangunan. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, internalisasi nilai-nilai tersebut dianggap krusial untuk menciptakan harmoni dan kemajuan yang berkelanjutan.