Tanpa Busana, Pria di Lamongan Mengendarai Motor Diduga ODGJ
Pria Tanpa Busana Mengendarai Motor di Lamongan

Seorang pria berinisial MMA (35) menghebohkan warga Lamongan setelah mengendarai sepeda motor tanpa busana di Jalan Nasional Lamongan-Babat. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7) sekitar pukul 22.15 WIB, tepatnya di wilayah Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat. MMA diketahui merupakan warga Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Kejadian tersebut viral di media sosial dan menjadi perbincangan warga setempat. Aksi pria tersebut berlangsung di jalan raya yang merupakan jalur nasional penghubung antara Lamongan dan Babat. Kondisi tersebut tentu mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas saat itu. Namun, MMA diduga tidak menyadari perbuatannya karena mengalami gangguan kejiwaan.

Kejadian tidak berhenti di situ. Keesokan harinya, MMA kembali terlihat dalam kondisi tanpa busana, kali ini saat berjalan kaki di Desa Sidokelar, Kecamatan Paciran. Warga yang melihatnya pun merasa curiga dan sempat mengamankannya. Mereka menduga bahwa MMA adalah pelaku tindak kriminal karena berperilaku tidak wajar di tempat umum. Pria itu kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polisi: Tidak Ada Unsur Tindak Pidana

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait penemuan pria tanpa busana tersebut. Ia juga memastikan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa ini. Dugaan sementara, MMA mengalami gangguan jiwa sehingga penanganannya dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan.

"Dugaan sementara, yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Hal ini yang membuat kami memilih langkah penyelesaian secara kekeluargaan," kata Hamzaid dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026). Pihak kepolisian pun berkoordinasi dengan keluarga MMA dan perangkat desa setempat untuk membahas langkah penanganan terbaik.

ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perasaan, dan perilaku. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya bertindak di luar norma sosial, seperti yang dilakukan MMA. Penanganan ODGJ biasanya membutuhkan peran aktif keluarga serta dukungan tenaga medis profesional.

Forum Problem Solving Warga dan Keluarga

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Polres Lamongan memfasilitasi forum problem solving yang dihadiri oleh keluarga MMA, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Forum ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan secara damai dan mencegah terulangnya kejadian serupa. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Kedua belah pihak sepakat untuk damai terkait masalah warga diduga ODGJ tersebut. Pihak keluarga juga sanggup melakukan penanganan medis untuk korbannya," ujar Hamzaid. Kesepakatan ini menjadi jalan keluar terbaik karena tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. Hal ini juga menunjukkan kepedulian warga terhadap kondisi MMA sebagai sesama anggota masyarakat.

Selain itu, keluarga MMA juga berkomitmen untuk membawanya menjalani penanganan medis. Mereka juga memberikan jaminan bahwa MMA tidak akan kembali mengganggu ketertiban umum. Peran keluarga ini sangat penting dalam proses pemulihan kesehatan jiwa MMA agar ia dapat kembali beraktivitas secara normal.

Permintaan Maaf dan Janji Tidak Mengulang

Dalam kesempatan tersebut, MMA juga menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya yang meresahkan warga. Ia mengakui bahwa perbuatannya salah dan berjanji tidak akan mengulanginya. Keluarga juga siap mendampingi MMA selama proses pengobatan di fasilitas kesehatan mental.

"Terlapor sudah meminta maaf atas perbuatannya terhadap warga atas kegaduhan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Terlapor mengakui semua perbuatannya salah dan keluarga juga sanggup untuk memberikan penanganan medis," jelas Hamzaid.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar. Masyarakat diharapkan tidak langsung menghakimi seseorang dengan perilaku menyimpang, melainkan berupaya membantu penanganannya. Apalagi, gangguan jiwa dapat menimpa siapa saja tanpa mengenal usia, status sosial, maupun latar belakang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Dengan adanya kesepakatan damai dan rencana pengobatan, diharapkan MMA dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Pihak kepolisian juga akan terus memantau kondisi MMA melalui koordinasi dengan keluarga dan perangkat desa. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.

Kontribusi dari semua pihak, mulai dari keluarga, warga, hingga aparat, sangat dibutuhkan dalam menangani kasus ODGJ. Ke depannya, edukasi tentang kesehatan mental juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami cara menghadapi orang dengan gangguan jiwa.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang dilansir dari detikJatim. Pihak kepolisian telah memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa yang terjadi di Lamongan tersebut. Informasi lebih lanjut dapat disimak dari media terpercaya.