Kapolres Bogor dan Jajaran Patungan Wakafkan 2.000 Al-Qur'an untuk Masyarakat
Kapolres Bogor Patungan Wakafkan 2.000 Al-Qur'an

Kapolres Bogor dan Jajaran Patungan Wakafkan 2.000 Al-Qur'an untuk Masyarakat

Ada pemandangan yang berbeda dan penuh makna di Masjid Baitul Faizin, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (7/3/2026) malam. Dalam suasana khidmat selawat dan Tablig Akbar Nuzulul Quran, Polres Bogor secara resmi menyerahkan wakaf berupa 2.000 mushaf Al-Qur'an kepada masyarakat setempat. Yang menarik, ribuan Al-Qur'an ini bukan berasal dari anggaran dinas, melainkan hasil patungan murni dari kantong pribadi para personel kepolisian di jajaran Polres Bogor.

Inisiatif dari Kapolres Wikha Ardilestanto

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan bahwa gerakan wakaf ini dimulai sejak hari pertama Ramadan 1447 H. Ia mengajak seluruh jajarannya, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, untuk melakukan aksi nyata yang menyentuh sisi spiritual masyarakat. "Alhamdulillah, malam ini kami dari jajaran Polres Bogor dapat menyerahkan 2.000 Al-Qur'an hasil wakaf dari seluruh anggota. Ini adalah wujud nyata kecintaan kami terhadap Al-Qur'an dan bentuk kepedulian kepada umat di bulan suci Ramadan," ujar Wikha kepada wartawan di lokasi.

Wikha menjelaskan bahwa respons para anggotanya sangat luar biasa. Tanpa paksaan, para personel dengan sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk mewujudkan pengadaan mushaf yang layak. Secara kolektif, terkumpullah 2.000 mushaf yang siap disebar ke berbagai pelosok di wilayah Bogor. "Sejak awal Ramadan, saya instruksikan aksi nyata melalui wakaf Al-Qur'an. Respons anggota sangat luar biasa. Ini hasil infak dan sedekah murni dari kantong pribadi para personel," tambahnya.

Penyaluran Tepat Sasaran dengan DMI

Untuk memastikan penyaluran wakaf ini tepat sasaran, Polres Bogor menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor. Nantinya, DMI akan bertugas memetakan titik-titik masjid atau pondok pesantren di pelosok yang memang sangat membutuhkan mushaf Al-Qur'an untuk kegiatan tadarus santri. "Mereka (DMI) yang lebih paham titik-titik mana saja, baik itu masjid di pelosok maupun pondok pesantren, yang saat ini sedang sangat membutuhkan mushaf Al-Qur'an," tutur Wikha.

Membangun Spiritual dan Sinergi Masyarakat

Melalui gerakan ini, Wikha berharap Polri tidak hanya dikenal sebagai penjaga keamanan fisik di jalanan atau permukiman, tetapi juga hadir mendukung pembangunan mental spiritual masyarakat. "Bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Dengan wakaf ini, kami ingin menanamkan nilai bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan fisik, tetapi juga mendukung pembangunan spiritual umat," ujarnya.

Lebih lanjut, Wikha menyampaikan harapan agar wakaf 2.000 Al-Qur'an ini menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir sepanjang masa. "Semoga wakaf 2.000 Al-Qur'an ini juga menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir sepanjang masa. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga adalah bagian dari pembinaan kultural personel. Personel yang memiliki iman dan takwa yang kuat, insyaallah akan lebih amanah dalam bertugas dan minim melakukan pelanggaran," sambungnya.

Wikha juga berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Bogor bisa terus terjalin. "Harapan kami, sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat Kabupaten Bogor dapat terus terjalin erat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang sejuk dan damai," pungkasnya.

Acara Penyerahan yang Khidmat

Acara penyerahan wakaf ini berlangsung meriah namun khidmat, dihadiri oleh sejumlah tokoh agama ternama. Di antaranya adalah Alhabib Ghasim bin Ja'far Assegaf, Alhabib Abdallah bin Ja'far Assegaf, Ustaz Aa Hilman Fauzi, dan Ustaz Munawir Ngacir. Kehadiran mereka semakin memperkaya makna spiritual dari kegiatan ini, menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi kepolisian dan elemen masyarakat dalam membangun harmoni sosial.