Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Makassar Gelar Salat Idul Fitri 1447 H dengan Khidmat
Jemaah Naqsyabandiyah Makassar Salat Idul Fitri 1447 H

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Makassar Gelar Salat Idul Fitri 1447 H dengan Khidmat

Sekitar 100 anggota jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah melaksanakan ibadah salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada hari ini. Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan semangat keagamaan yang mendalam di tengah masyarakat.

Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Salat Id

Salat Id digelar di pelataran sebuah rumah makan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea. Rangkaian ibadah dimulai sekitar pukul 06.30 Wita dan berakhir pada pukul 08.05 Wita, menandai momen penting dalam perayaan hari raya umat Islam tersebut.

Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf mengonfirmasi bahwa jumlah jemaah yang hadir mencapai sekitar 100 orang. Kehadiran mereka menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan ini, yang diawasi dengan baik oleh pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran acara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tema dan Pemimpin Ibadah

Pelaksanaan salat Idul Fitri kali ini mengusung tema tentang perubahan Islam yang lebih baik, menekankan pentingnya pembaruan dan peningkatan dalam praktik keagamaan. Salat ini diimami oleh Ustaz Amal Ma'ruf, seorang figur spiritual yang dihormati dalam komunitas tersebut.

Selain itu, yang bertindak sebagai khatib adalah Ir Mursalin Abu Rifki, MPM, yang menyampaikan khutbah dengan pesan-pesan mendalam terkait tema perubahan tersebut. Peran mereka dalam memimpin ibadah ini turut memperkaya makna spiritual dari perayaan Idul Fitri bagi jemaah yang hadir.

Konteks dan Signifikansi Acara

Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar, yang selalu berusaha menjaga kekhidmatan dalam setiap ibadah. Pelaksanaan di lokasi yang tidak biasa, yaitu pelataran rumah makan, menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi dalam menyelenggarakan acara keagamaan di tengah keterbatasan ruang.

Dengan tema perubahan Islam yang lebih baik, acara ini juga berfungsi sebagai momen refleksi bagi jemaah untuk memperbaiki diri dan berkontribusi pada kemajuan komunitas muslim. Kehadiran sekitar 100 jemaah menandai solidaritas dan persatuan dalam merayakan hari raya, sekaligus memperkuat ikatan sosial di antara mereka.

Secara keseluruhan, pelaksanaan salat Idul Fitri oleh jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar ini berjalan lancar dan sukses, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat. Acara ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga wujud nyata dari komitmen untuk terus berkembang dalam iman dan amal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga