Israel Cabut Larangan, Kardinal Pizzaballa Kembali Dapat Akses ke Gereja Makam Kudus
Israel Cabut Larangan, Kardinal Dapat Akses ke Gereja Makam Kudus

Israel Cabut Larangan, Kardinal Pizzaballa Kembali Dapat Akses ke Gereja Makam Kudus

Setelah sebelumnya menuai kecaman global, Israel akhirnya mengumumkan bahwa Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, akan mendapatkan kembali akses penuh ke situs suci Gereja Makam Kudus. Keputusan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (30/3/2026), sebagai respons atas insiden larangan yang terjadi sehari sebelumnya.

Larangan yang Memicu Kontroversi

Pada Minggu (29/3), Kepolisian Israel melarang Kardinal Pizzaballa memasuki Gereja Makam Kudus dengan alasan kekhawatiran keamanan. Insiden ini terjadi dalam konteks perang Israel melawan Iran, yang telah memicu serangan rudal di dekat situs-situs suci di Yerusalem. Larangan tersebut diberlakukan saat Kardinal Pizzaballa hendak merayakan misa Minggu Palma, sebuah peristiwa yang dianggap sebagai preseden serius oleh Patriarkat Latin Yerusalem.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa kepolisian tidak memiliki niat jahat, melainkan hanya berupaya melindungi keselamatan Kardinal dan rombongannya. Dia juga menyebutkan bahwa Iran telah berulang kali menargetkan tempat-tempat suci dari tiga agama monoteistik di Yerusalem dengan rudal balistik, termasuk insiden pada 16 Maret lalu yang meninggalkan serpihan di dekat Gereja Makam Kudus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kecaman Global dan Respons Israel

Larangan terhadap Kardinal Pizzaballa langsung menuai kecaman dari berbagai pemimpin dunia, termasuk dari Prancis, Spanyol, Italia, dan Yordania. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, bahkan menyebutnya sebagai pelanggaran kebebasan beragama. Patriarkat Latin Yerusalem menyatakan bahwa insiden ini adalah pertama kalinya dalam beberapa abad para pemimpin gereja dicegah merayakan Misa Minggu Palma di situs tersebut.

Menanggapi tekanan internasional, Netanyahu kemudian mengumumkan bahwa Kardinal Pizzaballa akan diberikan akses penuh dan segera ke Gereja Makam Kudus. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial X, menandai perubahan sikap dari pemerintah Israel setelah insiden yang memalukan tersebut.

Implikasi dan Dampak Jangka Panjang

Insiden ini menyoroti ketegangan antara keamanan dan kebebasan beragama di Yerusalem, terutama dalam situasi konflik dengan Iran. Meskipun Israel berargumen bahwa larangan itu demi keselamatan, banyak pihak mengkritiknya sebagai tindakan yang berlebihan dan merusak hubungan dengan komunitas Kristen global.

Patriarkat Latin Yerusalem mengungkapkan bahwa Kardinal Pizzaballa dan Pastor Francesco Ielpo sedang dalam perjalanan pribadi tanpa prosesi seremonial ketika dicegat di pintu masuk gereja. Mereka menekankan bahwa insiden ini mengabaikan kepekaan umat Kristen di seluruh dunia dan berpotensi menciptakan preseden buruk untuk masa depan.

Dengan dicabutnya larangan, diharapkan hubungan antara Israel dan komunitas agama di Yerusalem dapat pulih, meskipun insiden ini tetap meninggalkan bekas dalam diplomasi internasional dan isu hak asasi manusia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga