Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Keerom Papua Dini Hari, Belum Ada Laporan Korban
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Keerom Papua Dini Hari

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Keerom Papua pada Sabtu Dini Hari

Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 mengguncang Kabupaten Keerom, Papua pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Menurut informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi tepat pukul 02.08 WIB. Titik koordinat gempa berada di 4.56 lintang selatan dan 144.96 bujur timur, dengan kedalaman mencapai 169 kilometer di bawah permukaan bumi. Lokasi ini terletak sekitar 485 kilometer di tenggara wilayah Keerom.

Belum Ada Laporan Korban atau Kerusakan

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai adanya korban jiwa atau kerusakan material akibat gempa tersebut. Penyebab pasti gempa juga masih dalam investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. BMKG mengingatkan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan, sehingga data dapat berubah seiring dengan kelengkapan informasi yang diterima.

Memahami Fenomena Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam yang bersifat merusak dan dapat terjadi kapan saja dalam waktu singkat. Indonesia, termasuk wilayah Papua, termasuk dalam kawasan rawan gempa akibat aktivitas tektonik. Menurut definisi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi adalah getaran atau guncangan di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa gempa bumi telah menyebabkan sekitar 750 ribu kematian dalam kurun waktu 1998 hingga 2017, dengan lebih dari 125 juta orang terdampak. Dampak gempa dapat berupa goncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor, retakan, kebakaran, hingga tsunami.

Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa

Meskipun gempa bumi tidak dapat dicegah, masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan tanggap bencana. Langkah-langkah seperti mengetahui prosedur evakuasi, mematuhi pedoman keselamatan, dan memahami risiko di wilayah rawan gempa sangat penting untuk mengurangi dampak negatif. BMKG dan BNPB terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini terkait aktivitas seismik di Indonesia.