Polisi Tangkap Dua Buronan Kasus Begal Sadis di Cileungsi
Polisi berhasil menangkap dua daftar pencarian orang (DPO) yang terlibat dalam kasus begal sadis terhadap seorang pegawai harian lepas (PHL) dari Unit Gakkum Satlantas Polres Bogor. Penangkapan ini dilakukan di wilayah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, setelah pengembangan kasus pembegalan yang terjadi di Mekarsari.
Operasi Penangkapan di Bekasi
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengonfirmasi bahwa kedua buronan ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (12/2/2026). Penangkapan dilakukan di rumah masing-masing pelaku tanpa perlawanan, menunjukkan kesigapan aparat dalam menindak kejahatan ini. Edison menegaskan bahwa ini adalah hasil penyelidikan mendalam dari kasus sebelumnya.
Modus Operasi dan Jaringan Kejahatan
Setelah pemeriksaan, terungkap bahwa kedua pelaku merupakan bagian dari grup begal Jakarta Utara. Mereka telah melakukan belasan aksi kejahatan di berbagai wilayah, termasuk Bekasi, Depok, Bogor, dan Jakarta Timur. Yang mengkhawatirkan, dalam setiap aksinya, pelaku mengonsumsi obat keras tramadol dan narkotika sabu untuk meningkatkan keberanian, menunjukkan tingkat kriminalitas yang terorganisir dan berbahaya.
Pengembangan Kasus dan Penangkapan Tambahan
Selain menangkap dua buronan begal, polisi juga berhasil mengamankan satu pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) melalui pengembangan kasus ini. Secara total, lima orang pelaku begal dan satu pelaku curanmor telah diamankan. Semua pelaku dan barang bukti kini berada di Mapolsek Cileungsi untuk proses hukum lebih lanjut, memastikan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.
Kronologi Kejadian Awal
Kasus ini berawal dari insiden pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, di Jalan Raya Alternatif Cileungsi. Korban, Prio Tri Wicaksono, sedang mengendarai motor ketika dipepet dan ditendang oleh pelaku hingga terjatuh. Saat berusaha bangun, korban ditodong celurit, tetapi berhasil melarikan diri dan meminta bantuan rekan-rekan serta polisi.
Dalam pengejaran, kedua pelaku panik dan menabrak tiang listrik di depan royal bangunan, yang akhirnya memudahkan penangkapan mereka. Insiden ini menyoroti keberanian korban dan respons cepat warga serta aparat dalam menangani kejahatan jalanan.