Indonesia boleh bangga memiliki salah satu kuliner paling beragam di dunia, terutama rendang yang sering disebut sebagai makanan terenak di dunia. Namun, kebanggaan itu terancam pudar seiring meningkatnya risiko kepunahan berbagai makanan tradisional.
Faktor Penyebab Kepunahan Makanan Tradisional
Pakar pendidikan tata boga, Nunung Nurjanah, mengungkapkan bahwa kepunahan hidangan kuliner disebabkan oleh banyak faktor. Menurutnya, makanan tradisional belum sepenuhnya punah selama masih ada yang membuat atau mengonsumsinya. Namun, kerentanannya cukup tinggi karena berbagai alasan.
“Kalau yang 100 persen punah, mudah-mudahan tidak. Selama orang yang membuat atau yang mengonsumsi masih ada. Tetapi jika rentan, memang faktornya cukup banyak,” kata Nunung saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (4/6/2026).
Faktor Internal dan Eksternal
Nunung menjelaskan bahwa faktor internal seperti perubahan gaya hidup dan minat generasi muda terhadap makanan modern menjadi ancaman serius. Sementara faktor eksternal meliputi hilangnya bahan baku lokal karena alih fungsi lahan dan perubahan iklim.
“Banyak remaja sekarang lebih suka makanan cepat saji. Mereka tidak tahu cara memasak rendang atau makanan tradisional lainnya. Ini yang perlu diwaspadai,” tambahnya.
Upaya Pelestarian
Untuk mencegah kepunahan, Nunung menyarankan agar pemerintah dan masyarakat aktif mendokumentasikan resep, mengadakan festival kuliner, serta memasukkan pendidikan tata boga tradisional ke dalam kurikulum sekolah. “Kita harus bangga dan terus memperkenalkan makanan tradisional ke generasi muda,” pungkasnya.



