Transisi Imlek ke Ramadan, Rano Karno: Dua Keberkahan di Waktu Bersamaan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi meluncurkan event transisi dari perayaan Imlek menuju bulan suci Ramadan 1444 Hijriah di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Acara bertajuk Double Blessing: Chinese New Year and Ramadan Karim ini digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai simbol nyata keberagaman dan toleransi di ibu kota.
Peluncuran oleh Pimpinan DKI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno hadir langsung dalam peluncuran event tersebut. Rano Karno dengan penuh semangat menyampaikan bahwa pertemuan dua momentum hari besar keagamaan, yaitu Imlek dan Ramadan, bukanlah sekadar kebetulan belaka. Menurutnya, ini merupakan suatu keberkahan yang telah diatur dengan indah.
"Ini semua sudah diatur. Kalau saya merasakan, ini sudah diatur, tidak hanya kebetulan dua blessing (berkah) ini hadir pada waktu yang bersamaan dan menjadi transisi," ujar Rano Karno dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa setiap momen memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pertunjukan Seni Budaya yang Memukau
Dalam acara transisi Imlek ke Ramadan tersebut, ditampilkan beragam pertunjukan seni budaya Nusantara yang kental dengan nuansa Islami, namun dipadukan secara harmonis dengan ornamen khas Mandarin di kawasan Bundaran HI. Rano Karno menjelaskan secara rinci pertunjukan yang ditampilkan:
- Tari Ratoh Jaroe dari Aceh
- Tari Randai Piring dari Sumatera Barat, kampung halaman Rano
- Rampak Bedug dari Banten
- Tari Zapin Betawi sebagai representasi budaya lokal Jakarta
Selain pertunjukan seni tradisional, acara juga dimeriahkan dengan penampilan Barongsai dan Liong yang ikonik, serta pawai obor elektrik yang melambangkan semangat menyambut bulan suci Ramadan. Rano menyebutkan bahwa sebanyak 400 anak turut berpartisipasi dalam pawai obor elektrik tersebut, menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh sukacita.
Harapan untuk Ramadan yang Berkesan
Wakil Gubernur DKI Jakarta berharap agar transisi Ramadan ini dapat menjadi ikon pembuka Ramadan yang menghadirkan pengalaman visual yang berkesan bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Jakarta. "Jakarta berharap transisi Ramadan ini dapat menjadi ikon pembuka Ramadan yang menghadirkan pengalaman visual yang berkesan bagi masyarakat serta wisatawan," ucap Rano dengan penuh optimisme.
Event ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Dengan memadukan unsur budaya dan keagamaan, acara ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai toleransi dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.