Perjalanan Intelektual Franz Magnis untuk Indonesia: Etika, Teologi, Dialog
Perjalanan Franz Magnis untuk Indonesia

Jakarta - Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (STFD) mengangkat tema "Magnis untuk Indonesia" dalam perayaan Dies Natalis ke-57 tahun ini. Tema ini dipilih sebagai bentuk penghormatan atas sumbangsih pemikiran Romo Franz Magnis-Suseno, SJ dalam perjalanan panjang bangsa, sekaligus merayakan ulang tahun ke-90 sang filsuf.

Melalui siaran pers yang diterima pada Jumat (15/5/2026), STF Driyarkara menitikberatkan pada tiga sumbangan pemikiran Franz Magnis. Pertama, kontribusi di bidang etika dan sosial politik Indonesia. Sebagai filsuf yang merefleksikan etika dan sebagai rohaniwan Katolik Jesuit, Franz Magnis memberikan nuansa khas bagi keterlibatannya di bidang sosial-politik di Indonesia.

Kontribusi di Bidang Teologi

Kedua, di bidang teologi. Sebagai rohaniwan, Magnis aktif menuliskan refleksi tentang iman dan kehidupan menggereja. Dies Natalis tahun ini menggali kontribusi Magnis di bidang teologi dan eklesiologi Gereja Indonesia pasca Konsili Vatikan II. Gereja Katedral menjadi simbol yang tepat bagi kontribusi Magnis di bidang ini. Oleh karena itu, misa syukur Dies Natalis akan dirayakan di Gereja Katedral Jakarta yang telah berusia 125 tahun. Gereja Katedral menjadi saksi panjangnya kehadiran kekatolikan di Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dialog Antarumat Beragama

Ketiga, kontribusi Magnis di bidang dialog antarumat beragama. Pemikiran filosofis Magnis diimplementasikan dalam keterlibatan aktif di berbagai forum lintas-agama sebagai sumbangan berarti bagi kemajuan dialog. Terowongan silaturahmi di kompleks Gereja Katedral menjadi simbol penting yang menandai dialog antarumat beragama. Terowongan bawah tanah ini menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Pada kunjungan apostoliknya ke Indonesia pada 2025, Paus Fransiskus mengunjungi terowongan ini serta bertemu dan berdialog dengan Imam Besar Masjid Istiqlal. Momen historis tersebut semakin memperkuat makna simbolis Terowongan Silaturahmi bagi perayaan Dies Natalis STFD.

Film Dokumenter Franz Magnis

Salah satu agenda utama dalam rangkaian Dies Natalis adalah pemutaran perdana dan diskusi film dokumenter "The Philosopher's Journey" karya Marselli Sumarno. Film berdurasi 70 menit ini merekam perjalanan intelektual dan kemanusiaan Magnis sebagai seorang rohaniwan, filsuf, dan suara moral di Indonesia.

Selain itu, Dies Natalis STF Driyarkara juga diisi dengan berbagai acara lain, seperti nobar film bertema hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan kebebasan pers. Ada pula lomba esai nasional di mana peserta diajak menuangkan gagasan dan refleksi kritis mengenai Indonesia melalui tulisan mendalam dan inspiratif. STF Driyarkara juga menyelenggarakan lomba debat tingkat SMA sebagai arena pembelajaran berpikir kritis, argumentatif, dan dialogis bagi generasi muda, serta masih banyak lomba lainnya.

Perayaan Dies Natalis STF Driyarkara ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali kontribusi Magnis bagi Indonesia, terutama dalam bidang filsafat, etika politik, demokrasi, hubungan antaragama, pendidikan, dan kemanusiaan. Selama lebih dari setengah abad, Magnis dikenal sebagai salah satu intelektual publik yang konsisten menyuarakan nilai-nilai etis, dialog, dan keberpihakan pada martabat manusia, sekaligus ikut mendirikan STF Driyarkara.

STF Driyarkara hendak menegaskan kembali pentingnya filsafat yang berpihak pada manusia, keberanian moral dalam kehidupan publik, serta dialog lintas perbedaan sebagai fondasi kehidupan demokratis di Indonesia. Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 26 Mei 2026. Gereja Katedral dipilih sebagai tempat Malam Penutup Dies Natalis STFD karena secara simbolis selaras dengan tiga sumbangan pemikiran Rm. Magnis yang diangkat menjadi elaborasi tematik Dies Natalis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga