Kilas Balik Pembantaian Glen Coe: Musuh Diterima Menginap, 38 Orang Tewas Dibantai
Pembantaian Glen Coe: Musuh Diterima, 38 Orang Tewas Dibantai

Kilas Balik Pembantaian Glen Coe: Musuh Diterima Menginap, 38 Orang Tewas Dibantai

Skotlandia menyimpan banyak cerita sejarah penuh intrik dan pertumpahan darah. Salah satu tragedi paling terkenal adalah Pembantaian Glen Coe yang terjadi pada tahun 1692. Peristiwa ini menggambarkan bagaimana persaingan politik dan dendam pribadi dapat berujung pada kekejaman yang tak terbayangkan.

Latar Belakang Persaingan Klan di Dataran Tinggi Skotlandia

Pada abad ke-17, Dataran Tinggi Skotlandia dikuasai oleh beberapa klan besar yang saling bersaing. Salah satunya adalah Klan Donald yang telah menghuni lembah Glen Coe sejak abad ke-14. Kepala klan mereka, Alasdair MacDonald atau yang dikenal sebagai MacIain, sering terlibat konflik dengan klan tetangga akibat masalah penyerangan, penjarahan, dan pencurian ternak.

Di sisi lain, situasi politik di Skotlandia sedang tidak stabil. Banyak klan Dataran Tinggi dianggap sebagai ancaman bagi rezim baru di London di bawah Raja William dari Orange. Sebagian besar klan ini masih setia kepada Raja Stuart yang telah digulingkan, yaitu James VII. Untuk mengatasi potensi pemberontakan, pemerintah mengeluarkan perintah agar semua kepala klan menyatakan sumpah setia kepada Raja William paling lambat tanggal 1 Januari 1692.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Intrik Politik John Dalrymple yang Memicu Tragedi

Perintah sumpah setia ini dimanfaatkan oleh John Dalrymple, Sekretaris Negara yang juga dikenal sebagai Master of Stair. Sebagai penduduk Dataran Rendah, Dalrymple memiliki kebencian mendalam terhadap penduduk Dataran Tinggi Skotlandia. Dia menganggap cara hidup mereka menghambat kemajuan Skotlandia dan lebih mendukung persatuan dengan Inggris.

Dalrymple secara khusus membenci Klan MacDonald dari Glen Coe. Ketika MacIain terlambat menyerahkan sumpah setia karena berbagai halangan—termasuk ditahan oleh tentara musuh—Dalrymple melihat kesempatan untuk menghancurkan klan tersebut. Dia menolak menerima sumpah yang terlambat dan merencanakan pembantaian.

Kedatangan Tamu Musuh yang Berakhir Maut

Pada akhir Januari 1692, pasukan kerajaan tiba di Glen Coe dengan membawa pesan damai. Klan MacDonald, yang menghormati tradisi keramahan, menerima mereka dengan tangan terbuka. Para prajurit ini bahkan diizinkan menginap di rumah-rumah anggota klan selama 12 hari. Selama periode itu, mereka hidup berdampingan dengan damai.

Namun, kedamaian itu hanyalah kamuflase. Pada malam tanggal 13 Februari 1692, ketika badai salju hebat melanda Glen Coe dan kondisi jarak pandang hampir nol, para tamu yang telah diterima dengan ramah itu mulai bertindak. Mereka berkumpul secara diam-diam, menerima perintah terakhir, dan melancarkan pembantaian sistematis terhadap seluruh anggota klan yang sedang tertidur.

Korban dan Dampak Pembantaian

Keesokan harinya, setidaknya 38 orang tewas dalam pembantaian itu, termasuk MacIain sendiri. Banyak lainnya yang berhasil melarikan diri ke perbukitan, namun harus menghadapi cuaca ekstrem tanpa persiapan. Tragedi ini mengejutkan seluruh Skotlandia, karena meskipun perang dan pembunuhan adalah hal biasa pada masa itu, pengkhianatan dengan cara menerima tamu lalu membantainya dianggap sebagai tindakan yang sangat keji.

Pembantaian Glen Coe menjadi simbol pengkhianatan dan kekejaman politik dalam sejarah Skotlandia. Peristiwa ini terus dikenang sebagai pelajaran tentang bagaimana dendam dan ambisi kekuasaan dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan yang paling dasar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga