Menbud Fadli Zon Lantik Pejabat, Tekankan Program Kerja Jelas dan Terukur
Menbud Lantik Pejabat, Tekankan Program Kerja Jelas

Menbud Fadli Zon Lantik Pejabat, Tekankan Program Kerja Jelas dan Terukur

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi telah melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan. Pelantikan ini mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas, sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kinerja birokrasi dalam mendukung pembangunan kebudayaan nasional yang berkelanjutan.

Amanah Jabatan dan Kepemimpinan Profesional

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu menunjukkan kepemimpinan yang adaptif, efektif, dan profesional, terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan kinerja yang semakin tinggi.

"Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan juga tuntutan kinerja yang makin tinggi, saya ingin menekankan pentingnya disiplin dalam bekerja dan pastikan setiap program memiliki tujuan yang jelas dan terukur," ucap Fadli Zon dalam keterangan tertulis pada Jumat, 3 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Empat Pilar Kebijakan Kebudayaan

Selain itu, Fadli Zon juga menekankan pentingnya penguatan empat pilar utama kebijakan kebudayaan, yang meliputi:

  • Internalisasi nilai pendidikan
  • Ekonomi budaya
  • Budaya sebagai soft power diplomacy
  • Budaya sebagai binding power dalam mempererat persatuan bangsa

Ia menegaskan bahwa setiap hasil kerja harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, dan efisiensi harus dimaknai sebagai upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Transformasi Digital dan Sinergi Kolaboratif

Fadli Zon mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan data dan aset budaya, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, komunitas, dan sektor swasta. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci untuk memperluas dukungan terhadap program pemajuan kebudayaan, dengan memastikan sinergi internal dan eksternal yang efektif.

"Pangkas prosedur yang tidak memberikan nilai tambah dan inefisiensi, perkuat efisiensi, koordinasi, percepat pengambilan keputusan yang berdampak nyata berdasarkan kompetensi dan integritas yang tinggi," tegas Fadli Zon.

Kesamaan Arah dan Koordinasi Efektif

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, menyampaikan pentingnya kesamaan arah, frekuensi, dan pemahaman di seluruh jajaran pejabat yang baru dilantik. Ia berharap seluruh jajaran dapat bergerak selaras dengan kebijakan kementerian dan amanat peraturan perundang-undangan, untuk menghindari unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri.

Bambang Wibawarta menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar proses administratif, tetapi momentum untuk memperkuat implementasi kebijakan pemajuan kebudayaan, dengan fokus pada keterkaitan antara kebudayaan dan ekonomi, serta peningkatan Indeks Pemajuan Kebudayaan di daerah melalui program yang terarah dan terukur.

"Kesamaan arah dan langkah menjadi kunci agar seluruh jajaran dapat bergerak secara selaras. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan organisasi ditentukan oleh kekompakan dan kecepatan," ujarnya.

Kontribusi Nyata bagi Pemajuan Kebudayaan

Menutup sambutannya, Fadli Zon menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik dan berharap amanah tersebut dapat dijalankan sebaik-baiknya sebagai kontribusi nyata bagi pemajuan kebudayaan nasional. Pelantikan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi dan memastikan kebudayaan menjadi fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga