KOMPAS.com - Sepanjang Selasa (19/5/2026) hingga Rabu (20/5/2026) pagi, kabar mengenai Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membatalkan serangan terhadap Iran menjadi berita paling populer di kanal Tren. Keputusan mengejutkan ini tidak hanya berhasil meredam eskalasi konflik yang semakin memanas, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada pasar energi global.
Dampak terhadap Harga Minyak
Akibat keputusan Trump tersebut, harga minyak dunia mengalami penurunan yang cukup tajam pada hari Selasa. Para analis pasar menilai bahwa langkah ini mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, sehingga tekanan jual pun terjadi. Penurunan harga ini memberikan angin segar bagi negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia, yang selama ini terbebani oleh tingginya biaya energi.
Keputusan Trump dan Respons Global
Keputusan Trump untuk membatalkan serangan terhadap Iran menuai berbagai reaksi dari komunitas internasional. Beberapa pihak memuji langkah ini sebagai upaya menjaga perdamaian, sementara yang lain mengkritiknya sebagai bentuk ketidakpastian kebijakan luar negeri AS. Meski demikian, yang jelas adalah bahwa keputusan ini berhasil meredakan ketegangan yang sempat memuncak di kawasan Teluk Persia.
Durian Musang King Masuk Daftar Buah Terburuk
Selain isu geopolitik, berita populer lainnya di kanal Tren adalah pemeringkatan buah tropis terburuk versi Taste Atlas. Dalam daftar tersebut, durian Musang King yang terkenal mahal dan banyak digemari justru masuk dalam peringkat terburuk. Taste Atlas, platform pemeringkatan makanan dunia, menempatkan durian di posisi bawah berdasarkan penilaian pengguna. Hal ini tentu mengejutkan para pecinta durian, terutama di Asia Tenggara, yang menganggap durian sebagai raja buah.
Pro dan Kontra Peringkat Taste Atlas
Pemeringkatan Taste Atlas kerap menuai kontroversi karena subjektivitas rasa. Durian sendiri dikenal dengan aroma menyengat yang tidak disukai banyak orang, namun memiliki cita rasa unik bagi para penggemarnya. Masuknya Musang King dalam daftar terburuk menunjukkan bahwa selera memang relatif. Meski demikian, berita ini tetap menjadi topik hangat di media sosial dan forum daring.
Bagi pembaca yang ingin mendapatkan berita tanpa iklan, dapat bergabung dengan Kompas.com+ untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman.



