Semarak Malam Takbiran di Bundaran HI, Pramono: Identitas Jakarta Kota Inklusif
Malam Takbiran di Bundaran HI Jadi Identitas Jakarta Inklusif

Semarak Malam Takbiran di Bundaran HI, Pramono: Jadi Identitas Jakarta Kota Inklusif dan Berbudaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rangkaian perayaan malam takbiran yang meriah pada Jumat (20/3/2026) malam, meskipun hujan deras mengguyur ibu kota. Acara ini menampilkan festival bedug, Car Free Night (CFN), pawai obor dengan 5.000 peserta, mobil hias, serta pertunjukan air mancur bertema Jakarta Rhythm of the Fountain di Bundaran HI.

Ruang Interaksi Sosial yang Aman dan Nyaman

Pramono, dalam keterangannya di lokasi, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk merayakan gema takbir dengan aman dan nyaman. Bundaran HI dihadirkan sebagai tempat interaksi sosial, di mana warga dapat berjalan bersama keluarga dan menikmati suasana kebersamaan. Ia menekankan bahwa perayaan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi Jakarta.

Memperkuat Nilai Kebersamaan dan Harmoni Sosial

Menurut Pramono, malam takbiran ini memperkuat nilai kebersamaan, mempererat harmoni sosial, serta menjadi wadah bagi tumbuhnya kreativitas dan karya masyarakat. Kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di ibu kota. Ia mengakui bahwa tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi, yang menjadi simbol keberagaman di Jakarta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa warga Jakarta adalah rumah bagi keberagaman, tempat berbagai tradisi dan keyakinan hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati," ujar Pramono.

Antusiasme Warga Tak Terguyur Hujan

Hujan deras yang turun pada malam itu tidak menyurutkan antusiasme warga yang memadati Car Free Night di Bundaran HI. Mereka tetap bersemangat menikmati berbagai pertunjukan dan kegiatan yang diselenggarakan. Ini menunjukkan komitmen masyarakat untuk merayakan momen penting bersama-sama, meskipun cuaca kurang mendukung.

Rencana Halal Bihalal dan Visi Jangka Panjang

Usai libur lebaran, Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar acara halal bihalal pada 11 April mendatang. Pramono berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berbudaya.

"Saya dan Pak Wagub sungguh berharap seluruh kegiatan ini menjadi bagian dari identitas Jakarta sebagai kota inklusif, kreatif, berbudaya, kota global, serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan," pungkasnya.

Dengan demikian, perayaan malam takbiran di Bundaran HI tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga langkah nyata dalam membangun citra Jakarta sebagai kota yang menghargai keberagaman dan mempromosikan harmoni sosial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga