Fadli Zon Dorong Keraton Kasepuhan Cirebon Jadi Pusat Edukasi Budaya Nasional
Fadli Zon Dorong Keraton Cirebon Jadi Pusat Edukasi Budaya

Fadli Zon Perkuat Peran Keraton Kasepuhan Cirebon Sebagai Pusat Edukasi Budaya Nasional

Jakarta - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud) terus berkomitmen memperkuat ekosistem kebudayaan daerah melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah konkret dilakukan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan melakukan kunjungan kerja ke berbagai simpul budaya di Nusantara, termasuk ke Keraton Kasepuhan Cirebon yang bersejarah.

Kunjungan Sejarah ke Keraton Berusia 600 Tahun

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, Fadli Zon secara khusus meninjau Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bagian dari upaya Kemenbud untuk memajukan kebudayaan nasional. Kedatangan Menbud ini disambut langsung oleh Kanjeng Gusti Pangeran Raja Adipati Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin yang menjelaskan sejarah panjang keraton tersebut.

"Keraton Kasepuhan telah berdiri sekitar 600 tahun sejak didirikan oleh Sunan Gunung Jati," jelas Sultan Sepuh. "Kesultanan Cirebon yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Pajajaran ini bahkan lebih tua dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta, menjadi bukti kekayaan sejarah Islam di Indonesia."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Apresiasi Koleksi dan Transformasi Museum

Fadli Zon mengapresiasi ragam koleksi yang disajikan di keraton serta informasi mendalam yang terkandung dalam setiap objek bersejarah. "Kita ingin menghidupkan kembali narasi sejarah yang ada di sini," tegas Fadli dalam keterangan tertulisnya. "Cirebon bukan hanya aset Jawa Barat, melainkan aset bangsa Indonesia secara keseluruhan."

Salah satu fokus utama yang menjadi sorotan Menbud adalah modernisasi Museum Pusaka Keraton Kasepuhan. Meski koleksi yang disajikan dinilai sangat lengkap dan luar biasa, Fadli menekankan pentingnya pengembangan aspek storytelling yang lebih hidup dan menarik.

"Museumnya sudah relatif baik, namun perlu sentuhan lebih pada storytelling dan tata pamer, terutama pencahayaan," jelas Fadli. "Dengan pendekatan literasi yang lebih dalam dan penataan yang lebih hidup, generasi muda dapat merasakan transformasi arsitektur dan budaya dari abad ke-15 hingga masa kini."

Kondisi Fisik dan Potensi Pengembangan

Keraton Kasepuhan yang memiliki luas sekitar 25 hektare ini dikelilingi tembok bata yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana. Di dalam kompleks keraton terdapat beberapa bangunan penting seperti:

  • Siti Inggil
  • Gapura candi bentar
  • Museum Pusaka Kasepuhan Keraton Cirebon
  • Bangunan Keraton Kasepuhan Dalem Agung Pakungwati
  • Berbagai bangunan pendukung lainnya

Sultan Sepuh menyampaikan bahwa kondisi fisik keraton saat ini memerlukan penanganan khusus untuk menjaga kelestarian warisan budaya tersebut.

Visi Menuju Pusat Edukasi Budaya dan Sains

Menutup kunjungannya, Fadli Zon menyampaikan harapan besar bahwa melalui langkah-langkah strategis ini, Keraton Kasepuhan tidak hanya akan menjadi objek wisata biasa. "Kami berharap keraton ini dapat berkembang menjadi pusat edukasi budaya dan sains yang relevan bagi masyarakat luas," ungkap Fadli.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat George Edwin Sugiharto. Dari pihak Kemenbud, Fadli Zon didampingi oleh:

  1. Staf Khusus Menbud Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis
  2. Staf Khusus Menbud Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda
  3. Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana
  4. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat Retno Raswati

Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis Kemenbud untuk mengangkat potensi budaya daerah sekaligus memperkuat identitas kebudayaan nasional Indonesia melalui pelestarian dan pengembangan situs-situs bersejarah yang memiliki nilai edukasi tinggi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga