Wisatawan Asal Depok Terseret Ombak di Pantai Lebak Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad wisatawan asal Depok yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret ombak di Pantai Kayakas Pulo Manuk, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia setelah pencarian intensif dilakukan.
Korban Ditemukan di Lokasi Berbeda dengan Jarak Jauh
Menurut keterangan Kasubsi Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, korban yang bernama Dendi Darmawan (22 tahun) ditemukan di area perairan Sangrawayang, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. "Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia," jelas Rizky pada Selasa (31/3/2026).
Lokasi penemuan jasad ini ternyata berada pada jarak yang cukup jauh dari tempat kejadian awal, yaitu sekitar 16 nautical mile dari Pantai Kayakas Pulo Manuk di Lebak. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya arus ombak yang menghanyutkan korban hingga ke wilayah perairan yang berbeda.
Proses Identifikasi melalui Ciri-ciri Khusus
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi. "Pihak keluarga memastikan jenazah tersebut merupakan Dendi Darmawan. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan ciri-ciri khusus berupa kalung dan gelang yang dikenakan korban," ungkap Rizky Dwianto lebih lanjut.
Dendi Darmawan diketahui merupakan warga Kampung Cilangkap, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Setelah proses identifikasi selesai, jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Kronologi Kejadian Terseret Ombak
Kejadian nahas ini bermula pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, ketika tiga orang wisatawan asal Depok sedang berenang di Pantai Kayakas Pulo Manuk. Ketiga korban tersebut adalah:
- Afis (19 tahun)
- Dwi (23 tahun)
- Dendi Darmawan (22 tahun)
Menurut laporan, ketiganya awalnya berenang di sekitar pantai, kemudian mengejar bola yang terbawa ke area tengah perairan. Saat berada di tengah, mereka diduga terseret arus ombak yang kuat sehingga tidak mampu kembali ke daratan.
Dari ketiga korban, dua orang berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat, sementara Dendi Darmawan dinyatakan hilang dan baru ditemukan beberapa hari kemudian dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di pantai, terutama pada kondisi ombak yang tidak menentu.
Basarnas Banten mengimbau kepada wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi perairan dan mengikuti petunjuk keselamatan yang ada di kawasan pantai. "Kejadian ini sangat disayangkan dan kami berharap dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak," tambah Rizky Dwianto.



