Mesin Cuci Jarang Dibersihkan? Waspada Kotoran, Jamur, dan Bau Apak
Mesin Cuci Jarang Dibersihkan Picu Jamur dan Bau Apak

Mesin cuci yang digunakan sehari-hari mungkin terlihat bersih dan rapi dari luar, namun bagian dalamnya sering kali menjadi sarang penumpukan kotoran, residu deterjen, dan bahkan jamur. Kondisi ini terutama terjadi jika perangkat tersebut jarang atau tidak pernah dibersihkan secara rutin.

Dampak Buruk Mesin Cuci yang Kotor

Ketika mesin cuci tidak dibersihkan dengan teratur, dampaknya bisa langsung terasa pada hasil cucian. Pakaian yang dicuci mungkin tidak bersih secara maksimal, tampak kusam, dan yang paling mengganggu adalah munculnya bau apak yang sulit dihilangkan. Bau ini berasal dari pertumbuhan jamur dan bakteri di dalam mesin, yang dapat menempel pada kain selama proses pencucian.

Frekuensi Pembersihan yang Disarankan

Agar terhindar dari masalah tersebut, para ahli merekomendasikan untuk membersihkan mesin cuci—baik yang bertipe bukaan depan maupun bukaan atas—setidaknya sekali dalam sebulan. Rutinitas ini penting untuk mencegah akumulasi residu yang dapat mengganggu kinerja mesin dan kebersihan pakaian.

Mengutip sumber dari Martha Stewart pada Selasa (3/3/2026), terdapat langkah-langkah khusus untuk membersihkan mesin cuci bukaan depan agar terbebas dari kotoran dan jamur. Proses pembersihan ini melibatkan penggunaan bahan-bahan rumah tangga seperti cuka putih atau pembersih khusus mesin cuci, yang dapat membantu menghilangkan noda dan bau tidak sedap.

Selain itu, pastikan untuk selalu mengeringkan bagian dalam mesin setelah digunakan, karena kelembapan yang tertinggal dapat mempercepat pertumbuhan jamur. Dengan perawatan yang konsisten, mesin cuci tidak hanya awet tetapi juga menjamin kebersihan dan kenyamanan pakaian yang dicuci setiap hari.