Tito Karnavian Sambangi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, melakukan kunjungan langsung ke Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (4/4). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi lapangan dan berdialog dengan masyarakat yang terdampak bencana banjir pada akhir November tahun lalu.
Warga Sampaikan Keluhan Langsung kepada Menteri
Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 200 warga, berbagai persoalan pascabencana disampaikan secara langsung. Mijah, salah satu warga, mengungkapkan kesulitan hidup tanpa akses air bersih dan tempat tinggal yang layak. "Pak, tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga banyak yang hilang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).
Deri, penyintas lainnya, menambahkan harapan untuk perbaikan fasilitas sanitasi dan pemulihan ekonomi. "Harapan kami agar akses jalan yang sulit juga diperbaiki. Segala program pemulihan kampung kami mohon segera dipercepat," ungkapnya.
Harapan Baru Setelah Kunjungan Tito
Sebelumnya, warga seperti Mijah dan Deri mengaku tidak terlalu berharap taraf kehidupan mereka dipulihkan pemerintah karena lokasi desa yang jauh dan sulit dijangkau. Namun, kedatangan Tito mengubah keraguan tersebut menjadi harapan. "Kami tidak nyangka bakal datang, karena aksesnya sulit dan jauh. Tapi ternyata Bapak Mendagri beneran sampai ke sini. Alhamdulilah kondisi kami bisa dilihat dari dekat," sambung Mijah.
Mijah juga merasa lega bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada Menteri Dalam Negeri. "Saya langsung sampaikan saja ke Bapak Mendagri apa yang kami rasakan dan butuhkan soal air bersih dan huntap. Saya merasa plong, sudah menyampaikannya, biarpun belum tahu kapan dieksekusi," katanya.
Komitmen Pemerintah untuk Pemulihan
Tito menyatakan bahwa pihaknya sengaja datang langsung ke Desa Sekumur untuk memastikan para penyintas tidak terlalu lama hidup dalam kondisi sulit pascabencana. Dalam kunjungannya, ia menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan sumur bor dan pembangunan hunian tetap komunal.
Ia menjelaskan bahwa mayoritas warga menginginkan hunian tetap komunal karena sebagian besar tinggal di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak.



