Pandji Jalani Ritual Ma'sarrin di Toraja, Santap Hidangan Persembahan Babi dan Ayam
Pandji Jalani Ritual Ma'sarrin, Santap Persembahan di Toraja

Pandji Pragiwaksono Menjalani Ritual Ma'sarrin di Toraja, Santap Hidangan Persembahan Babi dan Ayam

Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani ritual adat Ma'sarrin dan Kadang Tua' atau permohonan maaf kepada leluhur Toraja. Ritual ini digelar di wilayah Tongkonan Kaero Sangalla', Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada Rabu (11/2/2026).

Sanksi Denda dan Prosesi Penyembelihan

Sanksi denda yang diberikan kepada Pandji berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam telah disembelih sebagai persembahan untuk penyucian dan pemulihan harmonisasi yang telah rusak. Hewan-hewan ini kemudian dimasak tanpa bumbu dan dihidangkan menggunakan alas daun pisang.

Santapan Bersama dan Wejangan Adat

Hidangan persembahan tersebut selanjutnya disantap bersama oleh Pandji, para tokoh adat, dan masyarakat yang hadir di lokasi. Terlihat tokoh adat yang memandu ritual banyak memberi wejangan dan nilai-nilai adat Toraja kepada Pandji, sementara Pandji mendengarkan dengan saksama.

Pelajaran Berharga bagi Pandji

Pandji mengaku baru kali pertama menjalani sanksi adat. Dia menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran berharga. "Ini benar-benar pelajaran berharga bagi saya, banyak hal-hal baru yang saya dapatkan, keindahan alam, aneka adat budaya dan keramahan masyarakat. Dan memang, kalau mau tahu Toraja ya harus datang langsung ke Toraja," ujar Pandji kepada wartawan usai ritual.

Dia menambahkan, "Saya anggap ini semacam mungkin jadi ada berkahnya ya, bahwa tanpa kejadian ini mungkin saya tidak akan bertemu tokoh adat dan perwakilan dari 32 wilayah adat."

Makna Ritual dalam Budaya Toraja

Ritual Ma'sarrin dan Kadang Tua' merupakan bagian dari adat istiadat Toraja yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial. Prosesi ini tidak hanya sekadar permohonan maaf, tetapi juga sebagai upaya untuk:

  • Memulihkan hubungan dengan leluhur
  • Menjaga harmonisasi dalam masyarakat
  • Melestarikan tradisi budaya yang turun-temurun

Kehadiran Pandji dalam ritual ini menunjukkan penghormatan terhadap adat setempat dan menjadi momen penting dalam interaksi antara publik figur dengan komunitas adat Toraja.