Ketua F-PKB MPR Gelar Iftar, Tekankan Berbagi dan Refleksi Diri di Ramadan
Ketua F-PKB MPR Gelar Iftar, Tekankan Berbagi di Ramadan

Ketua F-PKB MPR Gelar Acara Iftar dan Santunan Yatim di Bulan Ramadan

Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, baru-baru ini menggelar acara iftar dan silaturahmi bertajuk 'Munajat Cinta: Khotmil Qur'an, Santunan Yatim, dan Istighosah'. Acara ini berlangsung pada Minggu (8/3) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dengan mengundang anak-anak yatim serta jajaran pengurus dan anggota Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII).

Ramadan Sebagai Waktu untuk Refleksi Diri dan Berbagi

Dalam keterangannya pada Selasa (10/3/2026), Neng Eem mengungkapkan bahwa Ramadan merupakan momen penting bagi umat Islam untuk menahan berbagai keinginan ragawi dan lebih memperhatikan kebutuhan jiwa. Ia menilai, di tengah perkembangan produk konsumsi yang semakin variatif dan memunculkan beragam keinginan baru, Ramadan memberikan ruang bagi setiap orang untuk melakukan refleksi diri.

"Bulan Ramadan memberi jeda bagi kita untuk memikirkan kembali berbagai keinginan tersebut. Salah satu cara agar kita bisa bijaksana dalam menyikapinya adalah dengan berbagi kepada sesama," ujar Neng Eem.

Melalui kegiatan santunan kepada anak-anak yatim dan buka puasa bersama, ia berharap dapat memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Neng Eem menilai bahwa kebersamaan dalam berbagi dan memperhatikan sesama menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan serta memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Fondasi Sosial untuk Keberlangsungan Bangsa

"Perasaan saling memperhatikan dan diperhatikan itu penting. Hal ini menjadi fondasi sosial yang kuat untuk menjaga keberadaan bangsa dan negara Republik Indonesia," katanya menegaskan.

Sebagai mantan Ketua KOPRI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Neng Eem juga mengingatkan dan mengajak para aktivis PMII untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Ia menekankan pentingnya sikap kritis para aktivis dalam menyikapi berbagai perkembangan zaman.

"Para aktivis harus tetap kritis dalam segala situasi agar tidak mudah terlena dan tidak latah terhadap hal-hal baru," ujarnya.

Harapan untuk Kegiatan Keagamaan dan Sosial

Lebih lanjut, Neng Eem berharap kegiatan keagamaan dan sosial seperti ini dapat terus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan di tengah masyarakat. Acara iftar ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian sosial dan solidaritas dalam rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan.

Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan nilai-nilai berbagi dan refleksi diri dapat lebih tertanam dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga seterusnya, demi terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan bersatu.